Wisata Setigi -Pariwisata Berbasis Masyarakat

Wisata setigi adalah branding desa wisata di sekapuk ujung pangkah gresik. Wisata ini adalah pariwisata berbasis masyarakat. Bagaimana praktiknya? Yuk simak berikut ini

Kabupaten Gresik sangat terkenal dengan julukan kota industri, hal tersebut dikarenakan banyaknya jumlah industri yang ada di Gresik baik di pusat kota maupun di pinggir kota. Selain itu di Kabupaten Gresik juga terdapat beberapa kawasan khusus yang digunakan sebagai pusat industri dan juga terdapat suatu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang terletak di Pelabuhan JIIPE Manyar.

Wisata Setigi Desa Ujung pangkah Gresik

Latar Belakang Wisata STIGI

Wilayah Gresik bagian utara salah satunya adalah Desa Sekapuk yang merupakan wilayah yang memiliki potensi pegunungan kapur yang kemudian dimanfaatkan untuk melakukan penambangan kapur oleh masyarakat setempat, mereka menambang kapur baik secara manual maupun mekanik. Desa ini terdapat aktifitas pertambangan bukit kampur yang dimiliki oleh PT. Polowijo Gosari dengan jangka waktu 25 tahun.

Penambangan bukit kapur yang mengelilingi desa ini dilakukan secara masif oleh penduduk sejak tahun 1950-an. Penambangan, pemotongan dinding dinding batu kapur ini dilakukan tidak hanya di atas permukaan tanah, tapi juga di dalamnya sehingga diperbukitan kapur ini banyak ditemukan lorong-lorong serta tebing-tebing.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu dengan adanya aktifitas penambangan kapur yang telah berlangsung secara terus menerus mengakibatkan terciptanya sebuah lahan bekas galian tambang kapur yang cukup luas. Lahan bekas tambang tersebut yang berupa tebing-tebing dan kubangan sisa pengerukan dijadikan warga sebagai tempat pembuangan sampah massal sekitar dari tahun 2003–2017.

Area pembuangan sampah ini otomatis memiliki akibat seperti menumpuknya sampah dan bau yang kurang sedap yang menyebar. Kepala Desa Sekapuk menuturkan bahwa  tumpukan sampah yang ada di lahan bekas tambang mencapai ketebalan 12 meter sampai 14 meter.

Selain permasalahan mengenai lahan bekas galian kapur yang dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah, juga terdapat masalah lain yakni kemampuan sumber daya manusia di Desa Sekapuk kurang dapat bersaing sehingga banyak warga yang belum mendapat pekerjaan, dan juga keterbatasan baik tenaga maupun dana untuk mekakukan pelestarian lahan bekas tambang tersebut.

Sejak adanya pergantian kepala desa yang memiliki visi misi yang berbeda dari kepala desa sebelumnya. Salah satu visi misinya ingin memberikan wisata kepada masyarakat sekitar melalui bekas tambang kapur tersebut. Keinginan ini semakin kuat setelah banyaknya sumber informasi terkait pengembangan wisata desa yang diakses oleh warga seperti pengelolaan bukit Brexi di Yogyakarta dan Bukit Jeddih di Bangkalan semakin membuka motivasi desa untuk mengembang area yang awalnya gunung sampah ini menjadi areal wisata.

Kepala desa itu adalah Bapak Abdul Halim. Untuk dapat meralisasikan keinginannya tersebut sosok kepala desa yang terkenal nyentrik itu merangkul masyarakat desa setempat untuk melakukan pembersihan sampah di area lahan bekas tambang.

Wisata Setigi sebagai Pariwisata berbasis masyarakat

Sejak tahun 2018 awal diadakan pembersihan sampah yang melibatkan swadaya masyarakat dan PEMDES. sinergi masyarakat dan Pemerintah Desa merupakan salah satu strategi efektif dalam pengembangan desa wisata. kegiatan pembersihan dilakukan selama 1 tahun awal pembangunan pada tahun 2019 dan di tahun 2020 mulai dibuka untuk umum. Destinasi wisata baru ini bernama SETIGI kepanjangan dari Selo Tirto Giri, yang artinya selo (goa) tirto (air) dan giri (bukit).

wisata setigi gresik

Nama tersebut diambil berdasarkan dari latar belakang lokasi wisata yang memang pada zaman dulu terdapat danau dan bangungan sekitar lokasi yang dikelilingi perbukitan batu kapur. Nama tersebut digagas oleh Kepala Desa Sekapuk dengan alasan melihat dari latar belakang lokasi wisata.

Komponen wisata, wisatawan akan dimanjakan dengan fasilitas yang telah disediakan. Fasilitas disana sudah cukup memadai, antara lain area Parkir, Toilet, Mushola, Gazebo, Spot Foto, Area kuliner, dan lainnya. Wisatawan juga bisa menyewa mobil ATV ataupun trail mini yang disediakan oleh pengelola untuk mengelilingi wisata setigi, setelah membayar tiket masuk yang telah ditetapkan.

Proses partisipasi disebut sebagai cara paling efektif untuk merubah pola berpikir tidak hanya pada masyarakat kecil tetapi menjangkau seluruh masyarakat. Selain itu, partisipasi juga merupakan salah satu cara yang dipakai untuk membangun komunikasi dan hubungan atau kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat begitupun sebaliknya. Oleh karena itu dalam pembangunan Wisata Setigi dilaksanakan dengan usaha pemerintah desa dalam menjangkau masyarakat dari berrbagai kalangan baik itu kalangan atas,menengah maupun kalangan bawah untuk berinvestasi yang dikenal dengan Taplus Invest Setigi.

Taplus Invest (Tabungan Plus Investasi) ini diberlakukan dengan tujuan untuk membangun partisipasi masyarakat dalam membangun potensi yang ada di Desa Sekapuk, seperti pembangunan Wisata Setigi. Dalam pembangunan tempat wisata tersebut membutuhkan modal, oleh karena itu dibentuklah taplus invest ini sebagai wadah untuk warga dapat menabung sekaligus berinvestasi atau bisa disebut dengan warga bisa berpartisipasi dalam pembangunan wisata.

Pengelolaan tempat wisata ini juga dibutuhkan peran yang sinergis antara pemerintah setempat dan juga masyarakat. Pemerintah desa berperan merumuskan kebijakan yang disebut dengan Perdes dalam pengelolaan wisata dan membimbing masyarakat dalam menentukan arah atau tujuan yang akan dicapai dalam mengelola tempat wisata tersebut.

Pengelolaan tempat wisata ini tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah Desa Sekapuk, akan tetapi menjadi tanggung jawab bersama masyarakat desa Sekapuk. Untuk itu perlu menggerakan partisipasi masyarakat untuk mendukung kegiatan pengelolaan wisata Setigi, selain itu juga untuk meningkatkan perasaan ikut memiliki.

Bentuk Partisipasi Masyarakat dalam Wisata Setigi

Dalam pengelolaan wisata setigi ini terdapat berbagai bentuk partispasi masyarakat desa sekapuk untuk dapat menyukseskan wisata ini dan dapat mengubah citra dari desa yang penuh dengan limbah menjadi desa miliarder.

Pertama yaitu partisipasi pemikiran, dalam hal ini partisipasi pemikiran dari masyarakat dituangkan melalui rapat rutin bulanan yang biasanya dilakukan pada awal bulan yaitu setiap tanggal 1 sehingga partispasi masyarakat dapat diakomodir dengan baik. Partisipasi pemikiran dari warga Sekapuk dimulai dari tahap perencanaan sampai pada tahap pengelolaan hingga tahap evaluasi. Pada tahap perencanaan, partisipasi pikiran dari warga sekapuk mengenai pengelolaan lahan untuk wisata,kemudian pendanaan untuk membangun wisata tersebut.

Kedua, partispasi tenaga juga merupakan partisipasi langsung dalam kegiatan yang dilakukan bersama secara tatap muka dan kegiatan yang dilakukan secara fisik yang dapat dilihat dari bekas-bekas tambang kapur yang diolah dan dibangun menjadi wisata yang menarik dan juga instagramable. Ketiga, partisipasi harta benda dalam hal ini pemerintah Desa Sekapuk bersama dengan warganya mengadakan patungan berupa uang untuk membangun Wisata Setigi tanpa bantuan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah atau bantuan CSR.

Keempat, partsispasi keterampilan dan kemahiran, dalam membangun Wisata Setigi semuanya berawal dari proses perencanaan yang baik dan dilihat dari keterampilan dan kemahiran yang dimiliki oleh warga. Wisata Setigi yang bernuansa wisata alam dilengkapi dengan keindahan dari ornamen pahatan sampai pada jembatan putih dan letak wisata yang tertata rapi dan banyak spot-spot foto yang menarik.

Kelima, partisipasi sosial, partisipasi ini dapat dilihat dari masyarakat yang memiliki bentuk rasa keguyuban dan keharmonisan dalam setiap kegiatan yang dilakukan dan dapat meningkatkan rasa antusias masyarakat dalam pengelolaan Wisata Setigi.

Manfaat wisata Setigi Untuk Masyarakat

Tujuan utama pemerintah desa sekapuk membangun Wisata Setigi ini untuk membantu perekonomian warga dengan memberikan lapangan pekerjaan, maka dalam hal ini terdapat program yang dilakukan dengan cara memberikan kesempatan kepada kelompok-kelompok warga desa yaitu Ibu-ibu PKK dan anggota di setiap Rw maupun Rt yang ada di Desa Sekapuk untuk membuat stand di wisata tersebut.

Stand ibu-ibu PKK biasanya diisi dengan menjual aneka kuliner, sedangkan cinderamata biasanya dikelola oleh setiap RT nya. Selain itu, pemberdayaan UMKM juga terus diupayakan dengan cara pembuatan olahan makanan khas yang dilakukan oleh masyarakat desa Sekapuk pula.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi tingkat pengangguran di desa tersebut serta untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desa Sekapuk. Pengembangan masyarakat adalah komitmen dalam memberdayakan masyarakat lapisan bawah sehingga mereka memiliki berbagai pilihan nyata menyangkut masa depannya.

Masyarakat lapisan bawah umumnya terdiri atas orang-orang lemah karena tidak memiliki kemampuan untuk mengontrol sarana produksi. Dalam hal ini, bentuk pemberdayaan terhadap masyarakat berupa edukasi tentang peluang dalam usaha, selain itu tentang penanam saham untuk wisata setigi yang nantinya dari penanam saham tersebut bisa mendapatkan keuntungan dan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat desa Sekapuk.

Penulis

Fitri Nur Shofiyana, Evanda Yulia Karismawati, Aginita Hanna Pertiwi

Mahasiswa Universitas Trunojoyo

Referensi

Ahsani, Nasirudin Al; H, Kharisma Fitrotul; I, Ana Fauziyah; , Berliantin Nahdiya;. (2021, Oktober). Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat Untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik. Al-Hikmah, Vol. 19 No. 2, 139-155.

Ainia, Dinda Zizwatin; , Afifudin; , Suyeno;. (2021). Peran Pemerintah Desa Sekapuk Dalam Pengembangan Objek Wisata Bukit Setigi Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik. Jurnal Respon Publik, Vol. 15, No. 6, 57-63.

Asmoro, Agung Yoga; , Firdaus Yusrizal; , Indra Saputra;. (2021). Pariwisata Berbasis Masyarakat di Desa Sekapuk: Sebuah Participatory Action Research. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, Vol. 8 No. 1, 30-47.

Bobsuni, N., & Ma’ruf, M. F. (2021). Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Objek Wisata Alam (Studi Kasus Wisata Bukit Kapur Setigi, Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik). Jurnal Publika, Vol. 9 No. 2, 215-226.

Nahdhifah, Rizkiyatul; Anwar, Muhadjir;. (2021, Desember). Pengaruh Literasi Keuangan Dan Toleransi Risiko Terhadap. JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS(Vol.14, No.2), 1-11.

Leave a Reply