Wisata Candi Bajang Ratu: Membangun Ekonomi

Candi Bajang Ratu: Sektor pariwisata berkontribusi signifikan pada pembangunan ekonomi nasional. oleh karenanya diperlukan upaya strategis dalam pengembangan pariwisata. Candi Bajang Ratu merupakan salah satu potensi pariwisata di kabupaten Mojokerto. Potensi ini layak dikembangkan dalam rangka pembangunan nasional dan Konservasi Budaya. mengingat candi Ini adalah peninggalan kerajaan majapahit yang sarat akan sejarah.

Potensi Indonesia Untuk Pembangunan

            Indonesia dikenal sebagai negara Maritim yang memiliki banyak pulau (baca peluang pariwsata pesisir), kaya akan sumber daya alam, berjuta bahasa serta banyaknya suku yg berbeda-beda. Sehingga sangat cocok untuk modal pembangunan ekonomi pada bidang kepariwisataan. Dibidang pariwisata ini dapat dikatakan sebagai pertumbuhan ekonomi dikarenakan terciptanya suatu lapangan pekerjaan baru, meningkatnya pendapatan masyarakat dan meningkatnya rasa cinta terhadap tanah air terhadap nilai-nilai budaya bangsa sekaligus melestarikan peninggalan sejarah seperti objek wisata Candi Bajang Ratu.

Pengembangan potensi lokal sebagai destinasi wisata          

  Candi Bajang Ratu merupakan salah satu candi dari peninggalan sejarah kerajaan Majapahit yang bertepat di desa Temon Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Karena tempatnya yang sangat strategis dengan lokasi candi-candi yang lainnya, seperti candi Tikus, Segaran, candi Bajang Ratu ini kerap dikunjungi para wisatawan untuk berkunjung di candi tersebut. Hanya perlu membayar sebesar Rp. 8.000,- dan membayar parkir kendaraan sebesar Rp. 2.000,- sudah dapat menikmati indahnya kawasan wisata konservasi budaya ini.

Candi Bajang Ratu
candi bajang ratu: radar mojokerto

Karena tarif yang sangat terjangkau membuat banyaknya wisatawan untuk berkunjung ke candi tersebut, maka terdapat beberapa penjaga di sekitar desa Temon untuk menjaga serta merawat candi tersebut agar tetap asri. Wisatawan yang berkunjung harus mematuhi peraturan penjaga yang telah di tetapkan, seperti tidak merusak lingkungan di sekitar candi, tidak berbuat yang tidak baik di candi tersebut,

BACA JUGA  Sinergi Pentahelix: Pemulihan Pariwisata Pasca Covid-19

            Dengan adanya objek wisata candi ini telah memberi pengaruh kepada masyarakat untuk mengubah pola pikirnya untuk menjaga alam dan mampu membangun ekonomi masyarakat berkelanjutan sehingga potensi-potensi yang diperoleh dari candi Bajang Ratu bisa dimanfaatkan dengan sangat optimal bagi kehidupan masyarakat desa sekitar.

Pembangunan bukan hanya semata-mata untuk meningkatkan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan ekologi suatu lingkungan tersebut. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa membahayakan kebutuhan di masa mendatang. Dalam konteks ini candi ini ditempatkan sebagai warisan budaya yang telah ditinggalkan.

peluang ekonomi nya apa?

            Berbicara mengenai ekonomi, wisata candi Bajang Ratu ini telah memiliki berbagai nilai macam ekonomi yang telah dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat di daerah tersebut. Adapun nilai ekonomi dan pemberdayaan masyarakat yang dimiliki oleh kawasan wisata ini adalah:

Usaha aksesoris atau manik-manik berbentuk candi

Masyarakat desa Temon termotivasi untuk membuat aksesoris seperti kalung, gantungan kunci berbentuk candi. Bahkan ada juga yang membuat baju sablon gambar candi Bajang Ratu. Dengan adanya usaha ini, masyarakat dapat menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Serta membentuk masyarakat yang aktif dan kreatif.

Usaha oleh-oleh makanan khas

Saat ini banyak usaha yang ada disekitar wisata candi ini salah satunya yaitu usaha oleh-oleh khas daerah tersebut. Para wisatawan biasanya membeli oleh-oleh khas daerah tersebut berupa makanan ringan seperti kerupuk rengginang dan opak.

Rengginang yakni makanan khas daerah desa Temon yang tebuat dari bahan dasar ketan yang telah dikasih bumbu penyedap lalu dikukus dalam suatu wadah, setelah dikukus hasil olahan ketan itu akan dijemur pada terik matahari. Setelah kering barulah digoreng dan jadilah kerupuk rengginang. Berbeda hal nya dengan opak, opak merupakan suatu camilan yang terbuat dari singkong yang telah diparut lembut, lalu dicampurkan oleh bumbu penyedap serta rempah-rempah lainnya.

BACA JUGA  Potensi Pariwisata Pesisir Pulau Gili Ketapang Kota Probolinggo- analisis Sustainable development

Setelah itu dipipihkan lalu dikukus. Setelah proses pengukusan selesai olahan singkong tadi dijemur pada terik matahari dan baru lah bisa digoreng menggunakan minyak yang panas. Dengan cita rasanya yang sangat gurih, tak heran jika banyak wisatawan yang mampir untuk membeli cemilan khas daerah Temon itu. Dengan adanya usaha ini membuat perekonomian pada sebagian masyarakat di desa tersebut sangat terbantu atau menguntungkan.

Usaha Jasa Foto (Hunting)

Di lokasi wisata ini terdapat banyak anak muda yang berada di situ sebagai tukang foto, atau bahasa gaulnya saat ini adalah Fotografer. Sehingga dengan adanya fotografer ini bisa membantu wisatawan dalam mengabadikan momen mereka di candi Bajang Ratu. Foto dapat berupa Soft file dan juga bisa Hard file. Banyak seorang wisatawan baik seorang pelajar ataupun mahasiswa bahkan orang luar kota datang ke candi ini untuk foto Year book, bahkan juga ada sepasang orang menggunakan candi Bajang Ratu sebagai objek foto Prewedding. Hal ini menjadi salah satu pekerjaan sehingga memunculkan nilai ekonomi pada Candi Bajang Ratu.

kesimpulan

Dengan demikian terdapat beberapa nilai ekonomi yang telah dimiliki oleh candi Bajang Ratu. Yang pertama yakni usaha aksesoris/manik-manik, yang kedua usaha makanan khas dan yang terakhir adalah usaha jasa foto. Persepsi masyarakat Desa Temon telah mengetahi beberapa potensi serta manfaat yang dimiliki oleh candi Bajang Ratu. Sebagian masyarakat telah memanfaatkan potensi tersebut dengan cara berjualan di sekitar area tempat wisata candi bajang ratu

BY: Lusi Novianti

Leave a Reply