Sinergi Masyarakat Dalam Pembangunan Pariwisata

  • January 31, 2022
  • 104 Views
bukit jaddih bangkalan oase di tengah karang kapur m 66628

Sinergi masyarakat dalam pembangunan pariwisata merupakan bentuk nyata kontribusi masyarakat dalam pembangunan nasional. Pembangunan pariwisata merupakan salah satu agenda pembangunan nasional yang membutuhkan dukungan dan sinergi berbagai pihak.

Pada umumnya pihak yang terlibat adalah Pemerintah, masyarakat, investor, akademik-peneliti, dan media. Berikut ini adalah kajian pembangunan pariwisata di Kabupaten Bangkalan Madura dari sisi sinergi masyarakat.

Latar Belakang Masalah

Indonesia merupakan negara dengan berbagai macam suku, pulau dan bahasa. Menjadikan Indonesia sebagai negara multikultural dengan budaya yang beragam serta pariwisata yang beragam pula.

Kemudian salah satu potensi yang dimiliki oleh Negara Indonesia adalah keindahan alam yang menjadikan daya tarik tersendiri. Dengan memiliki potensi keindahan alan yang menjadi daya tarik Wisatawan, Indonesia harus bias mengelola keindahan alamnya dengan sebaik mungkin, yaitu dengan membangun sebuah objek pariwisata.

Sinergi Masyarakat Dalam Pembangunan Pariwisata
wisata bukit kapur jaddih. exploremadura

Menurut Mathieson dan Wall dalam Pitana dan Gayatri (2005), arti pariwisata adalah perpindahan orang untuk sementara dan dalam jangka waktu pendek ke tujuan-tujuan diluar tempat dimana mereka biasa hidup, bekerja serta melakukan aktivitas atau kegiatan-kegiatan mereka selama mereka tinggal di suatu tempat tujuan.

Pandangan dari Hunziker dan Kraft dalam Muljadi (2009), yang mengungkapkan jika arti pariwisata merupakan keseluruhan dari hubungan serta gejala-gejala yang ditimbul karena adanya orang asing dan perjalanannya itu tidak untuk bertempat tinggal

atau menetap serta tidak ada hubungannya dengan kegiatan mencari nafkah.

Sehingga dalam melakukan perjalananya tersebut hanya untuk mencari sesuatu yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya yang dicari. Dari beberapa pengertian pariwisata tersebut dapat diketahui bahwa pariwista adalah suatu hubungan dari orang asing atau masyarakat lain dalam memenuhi kebutuhan untuk mencari kesenangan sementara, baik untuk bekerja maupun hanya untuk tinggal beberapa saat saja di tempat tersebut.

Dari beberapa pengertian pariwisata tersebut, ternyata sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang berkembang dengan pesat pada era modern seperti saat ini. Di Indonesia sendiri memiliki berbagai provinsi serta pulau dengan keunikan pariwisatanya. Terutama Provinsi Jawa Timur, yang memiliki pariswisata seperti Gunung Bromo.

Lalu terdapat pula pariwisata yang ada di Pulau Madura, misalnya saja di Kabupaten Bangkalan yang memiliki berbagai macam pariwisata, yaitu mulai dari bukit, pantai, wisata religi, atau pariwisata yang hanya berupa menikmati kotanya saja.

Di kota Bangkalan juga memiliki wisata bukit kapur yang diberi nama Bukit Arosbaya dan Bukit Jaddih. Pada artikel ini akan meneliti tentang bukit kapur Jaddih. Bukit Kapur Jaddih merupakan sebuah destinasi yang terkenal di kabupaten Bangkalan.

Dulu Bukit Kapur Jaddih merupakan penambangan batu kapur yang sampai sekarang masih beroperasi. Bekas penambangan kapur tersebut memberikan kesan bentuk pahatan yang unik dan indah (liputan6.com).

baca juga: SINERGI PENTAHELIX DALAM PEMULIHAN PARIWISATA SETELAH PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN SUMENEP

Bukit Kapur Jaddih ini juga dijadikan sebagai tempat wisata oleh masyarakat luas. Bukit Kapur Jaddih disebut sebagai tempat yang memiliki potensi sebagai tempat pariwisata di kota Bangkalan.

Warga di desa Jaddih sendiri juga telah mengembangkan wisata Bukit Kapur Jaddih sebagai ikon Kota Bangkalan. Bukit Kapur Jaddih merupakan sebuah wisata dari perpaduan antara wisata alam dan wisata buatan.

Dari adanya keindahan dan keunikan Bukit Kapur Jaddih ini banyak orang yang tertarik untuk datang dan menjadikan Bukit Kapur Jaddih ini menjadi tempat wisata. Pemandangan yang ditawarkan oleh Bukit Kapur Jaddih juga memanjakan lensa kamera para pengunjung. Keindahan dan keunikan Bukit Kapur Jaddih tidak lain karena bekas hasil dari penambangan.

Dari adanya wisata Bukit Jaddih itu secara tidak langsung dapat melancarkan pembangunan yang ada Di Kabupaten Bangakalan serta pulau Madura dapat dikenal lebih luas lagi. Terlebih pandangan orang luar terhadap Pulau Madura sangatlah sempit, dengan dibukanya atau dipromosikannya pariwsata tersebut dapat mengubah pandangan orang luar terhadap Pulau Madura.

baca juga: Pariwisata dalam pusaran Pandemi COVID-19 di Bangkalan

 Kemudian dalam konteks pembangunan, masyarakat sebagai komponen utama dalam menyongsong kemajuan pariwista harus lebih giat dan gencar dalam mempromosikan Bukit Kapur Jaddih sebagai tempat wisata yang tak kalah bagus untuk dikunjungi.

 Masyarakat sebagai tonggak utama dalam pembangunan yang ada harus bisa saling bekerja sama dan memberikan partisipasi untuk membuat pariwisata yang ada dapat berkembang.

 Karena pembangunan di suatu daerah tidak akan dapat terjadi jika masyarakat hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun untuk melakukan suatu pengembangan serta pembangunan.

 Kemudian jika masyarakat mampu untuk mengembangkan objek pariwisata tersebut tentu akan sangat menguntungkan bagi daerah tersebut. Karena jika pembangunan pariwasata yang ada di Bukit Jaddih berjalan dengan baik, maka akan menimbulkan sisi positif bagi masyarakat terlebih terhadap pembangunan yang ada di Kabupaten Bangkalan.

Beberapa penelitian terdahlu yang membahas mengenai pembangunan wisata di Madura adalah; Pertama, penelitian yang dilakukan oleh R.A Aldila Febriandani dengan judul penelitian

“Manajemen Strategi dalam Pengembangan Obyek Wisata Bukit Jaddih Madura (Studi pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangkalan)”.

Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa potensi wisata Bukit Kapur Jaddih telah dikembangkan sejak tahun 2014 setelah adanya pemberdayaan masyarakat. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangkalan mengembangkan potensi wisata ini dengan menggunakan 5 indikator yaitu objek atau daya tarik wisata, prasarana wisata, sarana wisata, tata laksana atau infrastruktur, masyarakat.

Dalam penelitian tersebut, dikatakan bahwa indikator objek atau daya tarik wisata yang dimiliki oleh wisata Bukit Jaddih adalah keindahan alam yang ada di lokasi tersebut. Indikator selanjutnya adalah prasarana wisata, yang oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangkalan dibangun sarana yang memadai.

BACA JUGA  New: Pariwisata Berkelanjutan Berbasis lokalitas 2022

Indikator ketiga adalah sarana wisata seperti meningkatkan sarana transportasi. Indikator keempat adalah tata laksana atau infrastruktur lokasi wisata yang sistem pengelolaan dikelola oleh Kelompok Kelola Wisata (POKDARWIS). Indikator yang terakhir adalah peran masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata Bukit Kapur Jaddih seperti menyediakan jasa pelayanan terhadap wisatawan seperti jasa pemandu wisata.

Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yang telah dijelaskan sebelumnya terletak pada lokasi penelitian yang dipilih yaitu di Wisata Bukit Kapur Jaddih Bangkalan dan sama-sama terfokus pada pengembangan pembangunan potensi wisata di Bukit Kapur Jaddih Bangkalan.

Sedangkan, perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penelitian ini terfokus pada sinergitas masyarakat Bangkalan terhadap pembangunan pariwisata di Bangkalan dan penelitian sebelumnya menjelaskan bagaimana Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangkalan mengembangkan potensi wisata Bukit Kapur Jaddih.

Kedua, penelitian yang sebelumnya telah dilakukan oleh Elyana Rizqie Dhovairy dan M. Baiquni yang berjudul “Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Obyek Wisata Bukit Jaddih di Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan”.

Penelitian tersebut terfokus pada tingkat dan bentuk pertisipasi masyarakat lokal dalam proses pengembangannya.Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut diketahui bahwa gagasan untuk menjadikan lahan pertambangan Bukit Kapur Jaddih menjadi tempat wisata muncul dari gagasan warga setempat.

Dalam hasil penelitian tersebut dapat diketahui juga bahwa sebagian besar masyarakat berpartisipasi dalam bentuk ide/gagasan, tenaga, material, dan tidak ada warga yang berpartisipasi dalam bentuk dana.

Selain itu, masyarakat sekitar lokasi wisata Bukit Kapur Jaddih juga berpartisipasi dalam pengembagan tempat wisata seperti partisipasi dalam tahap perencanaan, partisipasi dalam tahap pengelolaan, dan partisipasi dalam tahap pemanfaatan.

Persamaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Elyana Rizqie Dhovairy dan M. Baiquni seperti yang telah dijelaskan diatas, terletak pada fokus penelitian yang sama-sama terfokus pada peran masyarakat Bangkalan dalam pengembangkan potensi wisata Bukit Kapur Jaddih.

Sedangkan untuk perbedaannya adalah, penelitian terdahulu juga terfokus dalam membandingkan tingkat partisipasi masyarakat Dusun Jaddih Timur I dan Jaddih Utara I sedangkan penelitian ini tidak membandingkan tingkat partisipasi masyarakat sekitar lokasi wisata Bukit Kapur Jaddih.

Ketiga, merupakan penelitian yang dilakukan Jaka Prasetio Utomo Mahasiswa dari Universitas Brawijaya di dalam skripsinya yang berjudul “Strategi Pengembangan Wisata Alam di Pulau Madura Pasca Pembangunan Jembatan Suramadu (Studi Kasus Pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangkalan)

 penelitian tersebut terfokus pada strategi pengembangan wisata alam yang ada di Pulau Madura setelah adanya Jembatan Suramadu dan faktor pendukung juga penghambat bagi strategi pengembangan wisata alam di Pulau Madura.

Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa dengan adanya Jembatan Suramadu telah memberikan peluang bagi pariwisata di Kabupaten Bangkalan dan membuat Dinas Pariwsata dan Kebudayaan Bangkalan menyusun strategi pengembangan wisata alam.

Strategi pengembangan wisata alam tersebut diantaranya adalah perbaikan dan perawatan lokasi wisata Bangkalan, Pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan kepariwisataan, penyuluhan terhadap masyarakat terkait dampak positif pariwisata, meningkatkan promosi wisata di media cetak maupun online, bekerjasama dengan pelaku usaha wisata untuk mempromosikan wisata daerah, dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dan Provinsi untuk meningkatkan infrastruktur.

Dalam hasil penelitiannya, Jaka Prasetio Utomo juga menyebutkan beberapa faktor pendorong dan penghambat stratergi pengembangan wisata alam Pulau Madura.

Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Jaka Prasetio Utomo adalah sama-sama membahas tentang pengembangan atau pembangunan wisata alam di Kabupaten Bangkalan Madura.

Sedangkan, untuk perbedaannya adalah penelitian tersebut tidak terfokus pada satu obyek wisata saja atau tidak menjelaskan spesifik mengenai lokasi wisata mana yang dipilih dalam penelitian. Sedangkan penelitian ini terfokus dan terarah hanya pada satu lokasi wisata saja yaitu Bukit Kapur Jaddih Bangkalan

Dengan adanya sinergitas masyarakat dalam mengembangkan potensi pariwisata yang ada, hal itu akan dapat membantu sektor pembangunan dalam aspek periwisata bagi Kota Bangkalan.

Dari adanya latar belakang tersebut maka, pada artikel ini tujuan dibuatnya artikel ini adalah untuk melihat bagaimana sinergitas atau campur tangan masyarakat dalam menyongsong pembangunan pariwisata bukit Jaddih yang terletas di Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura.

Pesona Bukit Jaddih Bangkalan Jadi Destinasi Baru di Madura | BALIPOST.com
wisata bukit kapur jaddih bangkalan madura. balipost.com

PERMASALAHAN

Dalam artikel ini masalah yang akan diangkat adalah mengenai bagaimana sinergitas masyarakat yang ada di Kabupaten Bangakalan, khususnya masyarakat yang beradaa di Desa Jaddih dalam mengembangkan Pariwisata Bukit Kapur Jaddih dalam rangka menyongsong pembangunan yang ada.

Dimana partispasi masyarakat dalam pembangunan sangatlah diperlukan demi keberlangsungan dan keberhasilan suatu pembangunan terlebih pembangunan dalam aspek pariwisata yang ada di Bukit Kapur Jaddih, Kabupaten Bangkalan.

Tanpa campur tangan dari masyarakat, suatu pembangunan tidak akan pernah dapat terjadi. Karena masyarakat merupakan SDM (Sumber Daya Manusia) yang paling berpengaruh dalam mengembangkan aspek-askpek dalam pembangunan yang ada

PEMBAHASAN

Secara khusus dalam bab pembahasan ini akan membahas mengenai apa saja yang melatarbelakangi mengapa Bukit Kapur Jaddih dijadikan sebagai objek pembangunan pariwisata yang ada di Kabupaten Bangkalan.

Lalu bagaimana sinergitas masyarakat dalam membangun Bukit Kapur Jeddih ini sebagai objek pariwisata yang dapat membangun Kabupaten Bangkalan menjadi lebih baik lagi.

Secara umum sebenarnya masyarakat yang di Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan sudah bersinergi bersama-sama dalam mengembangkan serta membangun objek pariwisata yang ada. Masyarakat Desa Jaddih menyadari potensi dari Bukit Kapur Jeddih sebagai area pembangunan pariwisata bermula dari masyarakat yang sadar akan keindahan yang disuguhkan oleh Bukit Jaddih.

BACA JUGA  Masalah pariwisata di masa Pandemi COVID-19

Serta masyarakat yang mengembangkan inovasi terhadap potensi wisata Bukit Kapur Jaddih. Kemudian yang pada awalnya Bukit Kapur Jaddih digunakan sebagai tempat penambangan, kemudian dihentikan karena masyarakat sadar bahwa Bukit Kapur Jaddih memiliki potensi untuk dijadikan sebagai objek pariwisata.

Hal itulah yang membuat masyarakat tergerak dan bersinergi bersama untuk mengembangkan potensi yang terdapat di Bukit Kapur Jeddih sebagai objek dan sektor pariwisata dengan keunikannya tersendiri.

Namun, kegiatan penambangan yang ada Di Bukit Kapur Jaddih itumasih berlanjut hingga sekarang, maka dari itu antara objek periwisata dan kegiatan penambangan berjalan beriringan hingga saat ini.

Kemudian hal lain yang menyebabkan Bukit Kapur Jaddih dijadikan sebagai objek pariwisata adalah karena ide atau inspirasi salah satu tokoh masyarakat yang mengusulkan jika Bukit Jeddih ini bisa dijadikan sebagai tempat pariwisata.

Terdapat sejarah yang diyakini masyarakat sebagai sejarahnya Bukit Kapur Jaddih, Dahulu ada seorang raja dari kerajaan Majapahit yang meminta senjata, tetapi senjata tersebut hanya bisa dibuat oleh Mpuh yang tinggal di Buki Kapur Jaddih tersebut. Di Bukit Jaddih terdapat gua yang bernama gua putih sebagai tempat menyimpan senjata tersebut.

Lalu dahulu bukit tersebut dijadikan sebagai tempat penambangan kapur dan sampai sekarang masih menjadi tempat penambangan kapur. Namun sekarang Bukit Kapur Jaddih bukan hanya sebagai tempat penambangan, tetapi juga menjadi tempat wisata yang ada di Kabupaten Bangkalan.

Jadi secara tak langsung Pariwisata Bukit Jaddih ini juga sudah ada sejak jaman kerajaan di Indonesia. Dimana terdapat sejarah-sejarah yang menceritakan mengenai Bukit Kapur Jaddih ini. Meskipun saat ini Pariwisata Bukit Kapur Jaddih juga dijadikan sebagai area penambangan namun tetap saja tidak mengurangi keindahan maupun kelestarian yang ada di Bukit Jaddih tersebut. Terlebih potensi yang terdapat di Bukit Kapur Jaddih ini dapat menyongsong pembangunan daerah yang ada.

Sinergitas Masyarakat dalam Menyongsong Pembangunan Pariswisata Bukit Kapur Jaddih.

Dalam rangka mengembangkan potensi pariwisata yang ada, masyarakat secara bersama-sama serta bersinergi dalam menyebarluaskan mengenai pariwisata yang ada di Bukit Kapur Jaddih ini kepada khalayak luas.

 Dengan cara memperkenalkan serta mempromosikan pariwisata tersebut kepada masyarakat Kabupaten Bangkalan, kota-kota lain yang ada di Pulau Madura dan kota lain yang berada di luar Pulau Madura. Kemudian pada awal pembentukan wisata Bukit Kapur Jaddih ini, masyarakat juga ikut serta dalam menyumbang ide dan tenaganya.

Masyarakat juga turut andil dalam mengembangkan fasilitas yang ada di wisata Bukit Kapur Jaddih. Meskipun terkait dengan pengembangan fasilitas masih terkendala dengan dana. Dimana masyarakat tidak bisa memberikan secara utuh, karena dana tersebut berasal dari pemerintah setempat.

Kemudian dalam menyongsong pembangunan pariwisata yang ada, masyarakat juga harus melakukan sosialisasi serta pembinaan mengenai sadar akan potensi wisata yang ada. Dengan cara tersebut sinergitas masyarakat dalam menyongsong pembangunan dapat berjalan dengan lancar serta dapat mempermudah dalam pengembangan serta pembangunan pariwisata yang ada.

Dimana masyarakat sadar bahwa dengan mereka bersinergi bersama secara tidak langsung hal itu dapat mengembangkan pembangunan yang ada dalam aspek ekonomi maupun yang lainnya.

Karena dengan adanya objek pariwisata tersebut dapat menambah sebagian pembangunan ekonomi yang ada di Desa Jaddih itu. Tetapi partisipasi masyarakat juga masih dikatakan kurang dalam hal membangun pariwisata Bukit Kapur Jaddih ini.

karena masyarakat kurang bisa mempromosikan wisata Bukit Jaddih ini kepada masyarakat umum. Jadi masyarakat partisipasinya sudah cukup dalam hal membangun fasilitas yang ada di Wisata Bukit Kapur Jaddih, tetapi masih kurang dalam mempromosikan atau mensosialisasikan Wisata Bukit Kapur Jaddih ini kepada masyarakat umum, seperti masyarakat yang berada di luar pulau Madura.

Masyarakat sekitar juga ikut meramaikan tempat Pariwisata Bukit Kapur Jaddih dengan berjualan disekitar Bukit Kapur Jaddih. Entah itu berjualan makanan, baju, dan aksesoris sebagai oleh-oleh dari Bukit Kapur Jaddih. Dan masyarakat sekitar juga membantu dalam menjaga keamanan para pengunjung Bukit Kapur Jaddih. Jadi pengunjung bisa menikmati liburan mereka dengan aman dan tenang.

Dalam proses pembangunan Pariwisata Bukit Kapur Jaddih ada yang mengatakan jika Pemerintah sekitar ikut turun tangan dalam proses pembangunan Pariwisata Bukit

Kapur Jaddih.

Karena dana yang digunakan dalam pembangunan Pariwisata Bukit Jaddih ini didapatkan langsung dari Pemerintah sekitar. Dan sebuah tempat pariwisata tidak akan menjadi tempat pariwisata jika tidak ada campur tangan Pemerintah setempat di dalamnya.

Tetapi ada juga masyarakat Bangkalan yang mengatakan jika Pemerintah setempat tidak ikut turun tangan dalam pembangunan Pariwisata Bukit Kapur Jaddih ini. pembangunan Pariwisata Bukit Kapur Jaddih ini murni dilakukan oleh masyarakat yang ada di sekitar tempat Wisata Bukit Jaddih.

Mulai dari ide, tenaga dan dana dalam mengembangkan Pariwisata Bukit Kapur Jaddih murni dari masyarakat sekitar Bukit Jaddih.

Meskipun partisipasi masyarakat dalam mengembangkan pembangunan pariswisata di Bukit Kapur Jaddih ini sudah ada, namun sayangnya itu belum maksimal demi menyongsong pembangunan pariwisata yang lebih luas lagi.

Karena masyarakat hanya mampu membantu sebatas dengan ide atau pemikiran dan tenaga saja. Karena tetap hanya Pemerintah yang mampu mengembangkan pariwisata Bukit Kapur Jaddih dengan luas serta dengan peran masyarakat juga.

Pariwisata Bukit Kapur Jaddih Mampu Mendorong Pembangunan Yang Ada Di Kabupaten Bangkalan.

Dari adanya atau dari bukunya Wisata Bukit Jaddih ternayata secara tidak langsung ini dapat meningkatkan pembangunan yang ada di Kabupaten Bangkalan dalam bidang ekonomi masyarakat setempat.

Dengan adanya Wisata Bukit Kapur Jaddih ini bisa memberikan lapangan pekerjaan untuk masyarakat yang tempat tinggalnya berada di Bukir Jaddih. Seperti dengan berjualan disekitar tempat Wisata Bukit Jaddih.

BACA JUGA  Pesona Pariwisata Madura dari 4 Kabupaten

Banyak masyarakat yang berjualan, seperti berjualan makanan. Bukan hanya berjualan makanan saja, warga juga berjualan aksesoris, baju, untuk oleh-oleh dari Wisata Bukit Jaddih.

Masyarakat yang dulunya belum memiliki pekerjaan dengan adanya wisata Bukit Kapur Jaddih ini mulai bisa memiliki pekerjaan dengan berjualan disekitar Bukit Kapur Jaddih. Jadi selain pertambangan dan pertanian masyarakat juga bekerja dengan berdagang.

Tetapi untuk pembangunan lingkungan disekitar Wisata Bukit Kapur Jaddih masih belum ada, karena lingkungan disekitar Wisata masih terbilang mirip seperti dulu, yaitu masih desa. Jadi dapat dikatakan bahwa dengan adanya sinergitas masyarakat dalam mengembangkan pariswisata Bukit Kapur Jaddih ini, secara tidak langsung juga meningkatkan sektor ekonomi masyarakat setempat. Dan dapat menyeimbangkan antara sinergitas masyarakat dengan pembangunan yang ada.

baca juga: Pesona Pariwisata Madura dari 4 Kabupaten

KESIMPULAN DAN SARAN

Berikut adalah kesimpulan serta saran, bagi materi dalam artikel ini :

Kesimpulan

Sinergi masyarakat  dalam  menyongsong  pembangunan

Pariwisata Bukit Kapur Jeddih adalah dengan menyumbangkan ide-ide serta tenaga. Karena awal mula terbentuknya Pariwisata Bukit Kapur Jeddih karena idea atau inovasi dari salah satu warga yang bekerja di pertambangan kapur di Bukit Jaddih tersebut.

Kemudian untuk mengembangkan Pariwisata Bukit Kapur Jaddih ini masyarakata Bangkalan dan masyarakat di sekitar Bukit Jaddih ikut mengenalkan, atau mempromosikan Wisata Bukit Kapur Jaddih ini kepada masyarakat luas.

Agar masyarakat yang berada di luar pulau Madura dan luar kota bisa tahu dan mengenal Pariwisata Bukit Kapur Jaddih dan agar Wisata Bukit Kapur Jaddih ini ramai dikunjungi para Wisatawan.

Agar dapat menyongsong pembangunan pariwisata yang ada, masyarakat juga harus melakukan sosialisasi serta pembinaan mengenai sadar akan potensi wisata yang ada. Tindakan ini bukan hanya lewat promosi dan sosialisasi saja, tetapi masyarakat juga ikut serta meramaikan wisata Bukit Kapur

Jaddih ini dengan berjualan makanan, baju dan aksesoris sebagai oleh-oleh Wisatawan dari Wisata Bukit Kapur Jaddih. Masyarakat sekitar juga membantu menjaga keamanan disekitar Pariwisata Bukit Kapur Jaddih.

Ada yang mengatakan jika Pemerintah sekitar ikut turun tangan dalam pembangunan Pariwisata Bukit Kapur Jaddih, dengan memberikan dana untuk membangun Pariwisata Bukit Kapur Jaddih.

Tetapi ada juga yang mengatakan jika pemerintah tidak ikut turun tangan dalam pembangunan Wisata Bukit Kapur Jaddih. Dengan adanya Wisata Bukit Kapur Jaddih ini pembangunan sektor ekonomi masyarakat sekitar meningkat. Karena adanya Wisata Bukit Kapur Jaddih ini dapat menciptakan lapangan kerja baru di kalangan masyarakat sekitar Bukit Jaddih selain pertambangan kapur dan pertanian.

 Dan bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan setelah adanya Wisata Bukit Kapur Jaddih ini mereka jadi memiliki pekerjaan entah itu sebagai pedagang atau penjaga karcis masuk Bukit Kapur Jaddih

Saran

Berikut merupakan saran dari artikel mengenai sinergitas masyarakat dalam menyongsong pembanguna Pariwisata di Kabupaten Bangkalan, terutama di Bukit Kapur Jaddih :

  1. Masyarakat harus bisa lebih gencar lagi dalam mempromosikan Pariwisata Bukit Jaddih ini, dengan promosi yang meyakinkan tentu akan mengundang para wisatawan untuk berkunjung ke Bukit Kapur Jaddih tersebut demi melancarkan pembangunan pariwisata yang ada.
  • Dalam aksi pembangunan pariwisata yang ada, pemerintah juga harus turut andil dalam menyongsong pembangunan yang ada. Karena meskipun SDM sudah terpenuhi, jika partisipasi dari pemerintah tidak ada. Maka sinergitas serta peran dari masyarakat untuk menyongsong pembangunan pariwisata tidak akan berjalan dengan lancar.

Oleh: Kartika Ariyanti, Niken Nur Khilatun Nikmah, Siti Nur Alvina Damayanti

DAFTAR PUSTAKA

BUKU

  • Adisiswanto, Widarto. 2020. Kabupaten Bangkalan Dalam

Angka Bangkalan

Regency in Figures 2020. Bangkalan: BPS Kabupaten Bangkalan/BPS-statistics of Bangkalan Regency.

SKRIPSI

Ramadhan, Khafid. 2017. “Pembuatan Sistem Informasi Obyek Pariwisata di Kabupaten Bangkalan Basis Websig”.Skripsi. Surabaya : Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Saputri, Fadillah Wahyu. 2020. “Implementasi Model Pentahelix dalam Pengembangan Pariwisata (Studi pads Tlang Indah Fajaresuk Kab. Pringsewu)”, Skripsi. Bandar Lampung : Universitas Negeri Lampung.

Utomo,  Jaka  Prasetio.  2017.  “Strategi  Pegembangan  Wisata

Alam di Pulau Madura Pasca Pembangunan Jembatan Suramadu (Studi Kasus pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangkalan)”.Skripsi. Malang: Universitas Brawijaya.

JURNAL

Dhovairy,  Elyana  Rizqie  dan  M.  Baiquni.  2017.  “Partisipasi

Masyarakat dalam Pengembangan Obyek Wisata Bukit Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan”. Jurnal Bumi Indonesia. Vol. 6 No. 1 : 1-9

Sinergi Pentahelix dalam Mewujudkan Keberlanjutan Pembangunan…109

MADURA: TOWARDS INFINITY AND BEYOND

Febriyandani,  R.A  Adila.  2020.  “Manajemen  Strategi  dalam

Pengembangan Obyek Wisata Bukit Kapur Jaddih Madura (Studi pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangkalan)”. Universitas Negeri Surabaya. Jurnal Publika. Vol. 8 No. 2.

Ilham,  Moh.  Reza.  2018.  “Kajian Tentang Keberlangsungan Industri Pengolahan Batu Kapur Bukit Jaddih di Desa

Jaddih              Kecamatan               Socah               Kabupaten

Bangkalan”.Universitas        Negeri        Surabaya.        Jurnal

Pendidikan Geografi. Vol. 5 No. 6 : 128-136

Listiowati, Agnela Saneta, Agung Suryawan Wiranatha, dan I gusti Ayu  Oka  Suryawardani.  2020.  “Strategi Pengembangan

DTW Patai Diamond di Dusun Pelilit, Desa Pejukutan, Nusa Peninda, Klungkung, Bali”, Universitas Udayana. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA). Vol. 6 No. 2 : 516-540

Nasik,  Khoirun.   2019.   “Membaca   Hambatan   Implementasi

Pariwisata Halal Bangkalan. Universitas Trunojoyo Madura”Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam. Vol. 6 No. 2 : 11-21

Y uniningsih, Tri, Titi Darmi, dan Susi Sulandari. 2019. “Model

Pentahelik dalam Pengembangan Pariwisata di Kota Semarang”Journal of Public Sector Innovation. Vol. 3 No. 2 : 84-93

WEBISTE

Leave a Reply

Your email address will not be published.

x