Simulasi Podcast Anak Jalanan

Anak Jalanan Berhak Mendapat Pendidikan

Tujuan dari podcast anak jalanan ini yaitu untuk menunjukkan kepada masyarakat luas mengenai sisi baik dan sisi buruk maupun sisi gelap dan sisi terang anak jalanan. Di mana tidak semua anak jalanan menjadi pelaku dari penyimpangan sosial melainkan mereka terpaksa tidak sekolah bahkan putus sekolah dan turun ke jalanan demi membantu perekonomian keluarganya.

Fenomena anak Jalanan

Simulasi podcast anak jalanan – Fenomena anak jalanan sangat menarik untuk dikaji secara mendalam, melihat semakin menjamurnya anak jalanan seperti pengamen jalanan di kota-kota besar yang dianggap sebagai permasalahan sosial dan sebagai sampah masyarakat yang tidak mempunyai masa depan.

Jika berbicara mengenai anak jalanan, maka perhatian masyarakat akan tertuju pada sosok anak-anak yang kumuh, dekil, liar, nakal, dan tidak mau sekolah yang di pandang sebagai masalah dalam pembangunan. Seperti yang sering kita lihat di kota-kota besar banyak sekali anak-anak usia sekolah dasar pada saat jam sekolah berkeliaran di jalan dengan melakukan aktivitas mengamen. Namun kita seakan tutup mata terhadap kehidupan anak jalanan. Banyak dari anak jalanan yang mengalami berbagai tindakan kekerasan baik fisik, psikis, maupun kekerasan sosial.

Ironisnya lagi banyak ditemui anak jalanan yang dieksploitasi dan menjadi korban kekerasan seksual. Disini lah kita dapat mengkajinya lebih dalam mengenai penyebab anak jalanan turun ke jalanan, apakah terdapat oknum-okmun yang tidak bertanggunga jawab dengan melakukan eksploitasi terhadap anak jalanan dan mencari resolusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan anak jalanan. Bukan malah melakukan diskriminasi dan memunculkan streotip terhadap anak jalanan.

Tujuan dari podcast anak jalanan ini yaitu untuk menunjukkan kepada masyarakat luas mengenai sisi baik dan sisi buruk maupun sisi gelap dan sisi terang anak jalanan. Di mana tidak semua anak jalanan menjadi pelaku dari penyimpangan sosial melainkan mereka terpaksa tidak sekolah bahkan putus sekolah dan turun ke jalanan demi membantu perekonomian keluarganya.

BACA JUGA  7 cara Membuat Konten Media Pembelajaran yang Menarik

 Oleh karena itu, kita sebagai orang-orang sosial yang notabene memiliki tingkat kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat harus dapat mendampingi dan membantu anak jalanan yang kurang mampu namun masih memiliki motivasi dan keinginan yang kuat untuk belajar.

Hal ini dikarenakan anak-anak jalanan juga merupakan aset bangsa sebagai generasi penerus bangsa, yang memerlukan perhatian serius baik dari pemerintah maupun dari orang-orang sosial seperti kita. Misalnya saja dengan didirikannya rumah singgah atau rumah belajar yang dijadikan sebagai tempat belajar untuk anak-anak jalanan yang benar-benar memiliki keinginan untuk belajar namun terhalang dengan ekonomi keluarga.

Pembahasan Anak Jalanan Berhak Mendapat Pendidikan

Simulasi podcast anak jalanan – Hasil dari kegiatan FGD Online Via Zoom Meeting pada Senin, 20 Juni 2022 yang dilakukan oleh kelompok satu dengan anggota kelompok:

  1. May Hellen Adillia Putri (Anak Jalanan bersekolah)
  2. Silvia Ayu Anggraini (Fasilitator)
  3. M. Ilham Fuady A. (Anak jalanan tidak bersekolah)
  4. Elfrida Simarmata (Warga setempat)
  5. Yassar Fauzan (Mitra pemberdayaan)

Merumuskan beberapa permasalahan yang sering dialami oleh anak jalanan dan juga warga setempat yang ada di Kabupaten Tuban. Anak jalanan memberikan alasannya mengapa mereka lebih memilih untuk turun menjadi anak jalanan dikarenakan oleh beberapa faktor, yaitu faktor keluarga, ekonomi dan lingkungan sekitar.

Dari yang di sampaikan narasumber (M. Ilham Fuady) faktor keluarga turut mendorong mereka menjadi anak jalanan karena didikan keras dari kedua orang tua mereka sehingga mereka lebih memilih untuk mencari a diri dengan cara menjadi anak jalanan dan mengamen.

Selain keluarga, faktor kurangnya perekonomian mereka menjadikan mereka harus mencari nafkah di usia yang masih terbilang di bawah umur. Bahkan narasumber (M. Ilham Fuady) harus putus sekolah untuk mencari nafkah dan membantu keluarganya untuk memenuhi kebutuhan hidup bahkan untuk menyekolahkan adiknya (May Hellen Adillia Putri).

BACA JUGA  Integrasi Indonesia Quotient (IndQ) dalam kurikulum PAI sebagai upaya penanaman nilai moderasi beragama

Faktor ketiga yang menjadi penyebabnya adalah karena faktor lingkungan tempat tinggal mereka. Sebagian besar masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah tersebut merupakan anak jalanan, sehingga semakin sering mereka berinteraksi lambat laun juga akan terjerumus menjadi anak jalanan juga.

Tidak sampai hanya pada narasumber anak jalanan saja informasi yang didapat. Fasilitator juga menghadirkan warga setempat (Elfrida Simarmata) dari Kabupaten Tuban untuk memberikan pendapat terkait banyaknya anak jalanan yang ada di wilayah tersebut.

Permasalahan yang disampaikan berupa banyaknya anak jalanan yang menggangu ketertiban masyarakat, seperti dijumpai anak jalanan yang mengamen di persimpangan lampu merah bahkan ketika lampu hijau sudah menyala, mereka masih tetap mengamen. Tentu hal tersebut menimbulkan keresahan dari para pengguna jalan.

Disamping itu banyak juga anak jalanan yang terlibat kasus kekerasan, sebagai contoh narasumber kedua (Elfrida Simarmata) pernah mengalami kejadian pencurian ponsel oleh anak jalanan. Para pengamen yang beranggotakan anak jalanan ini juga mengganggu kenyamanan masyarakat setempat karena mereka sering mengamen di malam hari hingga mengetuk rumah warga.

Point penting Podcast Anak Jalanan

Simulasi podcast anak jalanan – Dari pendapat kedua narasumber di atas, diambil 2 permasalahan utama yang diakan dijadikan sebagai tujuan pemberdayaan, yaitu pada bidang ekonomi dan bidang pendidikan. Dimana anak jalanan sebagian besar masih menginginkan untuk bersekolah namun terhalang oleh ekonomi keluarga mereka yang rendah.

podcast anak jalanan

Untuk itu mitra pemberdayaan (Yassar Fauzan) yang dibantu oleh fasilitator (Silvia Ayu Anggraini) memberikan suatu program yang ditujukan kepada anak jalanan. Program yang ditawarkan adalah pendirian rumah singgah. Mitra pemberdayaan (Yassarr Fauzan) memberikan pendapatnya mengenai rumah singgah “Rumah Singgah yang akan menjadi program kami ini merupakan sebuah proses informal yang mampu memberikan suasana resoalisasi anak jalanan terhadap sistem nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

BACA JUGA  Kreativitas dan Inovasi Bahan Pembelajaran, Menuju Learning Society

Rumah Singgah yang kami programkan ini nanti merupakan lembaga awal bagi mereka (anak jalanan) untuk mendapatkan pelayanan selanjutnya, oleh karenanya penting menciptakan Rumah Singgah sebagai tempat yang aman, nyaman, menarik dan menyenangkan bagi anak jalanan”.

Tujuan Rumah Singgah yang akan diprogramkan oleh mitra pemberdayaan dan fasilitator agar membantu anak jalan mengatasi masalah- masalahnya dan menemukan alternatif untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya. Sedangkan tujuan khususnya adalah:

  1. Membentuk kembali sikap dan perilaku anak yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.
  2. Mengupayakan anak-anak kembali ke rumah jika memungkinkan atau ke panti dan lembaga pengganti lainnya jika diperlukan.
  3. Memberikan berbagai alternatif pelayanan untuk pemenuhan kebutuhan anak dan menyiapkan masa depannya sehingga menjadi warga masyarakat yang produktif.

Dalam tahapan-tahapan kegiatan pelaksanaan pemecahan anak jalanan ini yang berupa pemberdayaan dibutuhkan peran pendamping atau fasilitator yang berasal dari tenaga profesional khususnya pekerja sosial (Pendampingan sosial)dan penanganan yang serius, agar tahapan-tahapan dalam tiap kegiatan dapat berjalan sesuai dengan tujuan dan efektif, sehingga pelaksanaan pemberdayaan anak jalanan ini dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dengan adanya podcast anak jalanan ini akan mengetuk hati pemerintah maupun orang-orang yang memiliki kekuasaan untuk melakukan penanganan terhadap anak jalanan yaitu dengan melakukan pemberdayaan kepada anak jalanan. Strategi Pemberdayaan tersebut dapat terealisasi dengan munculnya organisasi sosial yang memberikan berbagai program-program yang membantu memenuhi kebutuhan anak jalanan dan mewujudkan kesejahteraan anak jalanan, khususnya dalam bidang pendidikan.

Kontributor:

  1. May Hellen Adillia Putri
  2. Silvia Ayu Anggraini
  3. M. Ilham Fuady A.
  4. Elfrida Simarmata
  5. Yassar Fauzan

Leave a Reply