Polemik Bongkar Tugu Pencak Silat

Pro dan Kontra : Polemik Bongkar Tugu Pencak Silat

Diposting pada

Polemik Bongkar Tugu Pencak Silat

Salah satu upaya PEMPROV JATIM dalam menanggulangi adanya gesekan antar perguruan pencak silat di Jawa Timur melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, menghimbau kepada seluruh elemen perguruan pencak silat untuk membongkar tugu masing-masing perguruan pencak silat yang ada di wilayah-wilayah umum atau wilayah yang termasuk bagian dari Pemerintah. Secara mengejutkan hal ini menghadirkan respon berbentuk pro dan kontra.

Menurut Ketua Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP) Wahyu Subagdiono, mendirikan tugu pencak silat merupakan salah satu bentuk kecintaan anak bangsa terhadap budaya negerinya, sehingga hal ini dapat juga dijadikan salah satu upaya melestarikan budaya negeri berupa pencak silat atau untuk nguri-uri budaya.

Namun, terlepas dari hal itu upaya ini merupakan salah satu usaha dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menanggulangi adanya gesekan antar perguruan tinggi.

“Karena kan setiap tugu yang ada, biasanya di perbatasan-perbatasan gitu bisa jadi simbol bahwa daerah yang bersangkutan menganut perguruan pencak silat tersebut” kata Ali, salah seorang warga Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban saat ditemui di bilangan Karangtinoto pada 04 Juli 2023. Atas pertimbangan yang telah dirumuskan, PEMPROV JATIM memutuskan langkah untuk membongkar tugu-tugu perguruan pencak silat yang berada di tanah umum atau milik Pemerintah.

Tanggapan Pro dan Kontra

Tentu saja keputusan ini menghadirkan pro dan kontra dikalangan perguruan pencak silat yang ada. Pasalnya, pendirian tugu dianggap merupakan salah satu langkah untuk membumikan budaya negeri dan bertujuan untuk terus memupuk semangat berbudaya, selanjutnya ada juga yang menginginkan perobohan tugu dilaksanakan, hal itu telah dibahas dalam rapat koordinasi pengamanan peringatan Satu Suro dan Suran Agung di Jawa Timur, rapat dilaksanakan di MAPOLDA JATIM pada Senin 26 Juni 2023.

Dari hasil rapat tersebut, disebutkan bahwa salah satu penyebab konflik antar perguruan pencak silat salah satunya adalah karena adanya tugu perguruan tugu yang ada di fasilitas umum maupun di perempatan jalan, batas desa di wilayah Jawa Timur. Sejalan dengan hal itu, anggapan bahwa suatu daerah menganut perguruan pencak silat sesuai tugu yang berdiri di batas wilayah tersebut juga merupakan salah satu akibat dari adanya tugu yang berdiri diwilayah umum atau batas desa (Tulus Budi Santoso, 2023).

Bagaimana Menurutmu?

Maka upaya tersebut dapat dilakukan dalam menjaga kerukunan, kedamaian, dan ketenteraman antar perguruan pencak silat, tak terkecuali juga masyarakat yang menempati daerah adanya tugu tersebut. Pasalnya, jika terjadi konflik akan berdampak juga pada kedamaian masyarakat sekitar. Namun, terlepas dari adanya himbauan tersebut, pencak silat merupakan budaya bangsa yang perlu dilestarikan dan mendirikan tugu berarti simbol bagaimana budaya tersebut tetap lestari. Kalau menurutmu bagaimana?

Senang menulis, membaca, editing dan mendengarkan musik. Penulis Juga Aktif menulis di beberapa situs dan media online : Kompasiana, retizen republika, karyakarsa, medium, dan detik. Yuk berkarya untuk membuka jendela dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan