Permainan Tradisional Madura ” in dan de ” 2022

Permainan tradisional madura merupakan permainan anak-anak daerah yang aktif dan fimiliar sebelum teradinya revolusi industri atau munculnya teknologi-teknologi canggih. Di Era Modern seperti yang kita rasakan ini, mayoritas anak daerah lebih menyukai permainan yang bermotiv teknologi karena bagi mereka, permainan yang bermotiv teknologi lebih praktis, ringkas dan tempatnya lebih enak dan nyaman (tidak panas).

√ Macam-macam Permainan Tradisional Indonesia yang Menyenangkan

Sebelum pemotret pelakukan suatu observasi tentang permainan tradisonal, pemotret bertanya kepada anak-anak yang ada di daerah Madura khususnya daerah Kabupaten Sampang bagian Pantai Selatan tentang permainan tradisional yang dulunya sangat fimiliar di tempatnya.

akan tetapi mereka tidak begitu mengetahui secara radikal tentang permainan tradional tersebut dan mereka lebih menyukai permainan bermotiv game atau teknologi seperti Playsation/Handpone dan sebagainya, sehingga fenomena ini bisa mempengaruhi dari prilaku dan sikap anak terhadap tindakan yang mereka lakukan dalam sehari-hari.

Tentu saja, fenomena ini punya dampak buruk kepada generasi masa depan. Ketergantungan terhadap permainan digital membawa efek psikologis kepada anak. Hal yang paling mengkhawatirkan adalah pemikiran terhadap imajinasi mereka.

Di ruang digital, imajinasi anak terpenjara karena game yang mereka mainkan sudah terstruktur. Pikiran mereka otomatis dikonstruk untuk mengikuti mekanisme yang dibikin oleh pembuat game. Mereka kehilangan kreativitas untuk berimprovisasi.

Permainan tradisional Madura

Sekilas permainan in dan de

Permainan tradisional telah banyak terbukti memiliki nilai-nilai edukatif. Nilai-nilai itu misalnya, keakraban, kerja keras, sportifitas, kemandirian , cara mengatur strategi, keseimbangan dan sebagainya. Semua nilai tersebut amat membantu terhadap perkembangan karakter anak.

Permainan Tradisional Madura

Salah satu permainan tradisional anak-anak Madura yang mengandung banyak nilai edukatif adalah In Dan De (nama sesuai dengan pengetahuan pribadi penulis). Di beberapa daerah mungkin punya nama berbeda). Di dalam prakteknya, anak-anak diajarkan banyak hal yang bisa membangun karakter positif dalam diri mereka.

BACA JUGA  Tеnаgа Kеrjа dаlаm Pеrѕреktіf Sоѕіоlоgі

Permainan In Dan De merupakan permainan Permainan Tradisional Madura sejenis Petak Umpet akan tetapi permainan ini bukan diawali dengan Hompipah atau gampreng akan tetapi di awali dengan membuat kotak atau persegi yang saling berdampitan yang menyesuaikan banyaknya peserta, minimal anggota harus ada 3 untuk bisa di mainkan, sehingga kotak atau persegi yang dibuat oleh pemain menyesuaikan banyaknya peserta.

Permainan In Dan De merupakan suatu perkembangan dari permainan petak umpet karena sistem bermainnya sama yaitu mencari teman yang bersembunyi atau menjadi kucing, akan tetapi cara menentukan siapa yang menjadi kucing tersebut tidak dilakukan dengan cara hompimpa melainkan peserta yang akan bermaian (anak-anak) membuat kotak besar yang menyesuaikan dengan banyaknya anak yang ikut dalam permainan In Dan De tersebut.

Sebelum penentuan siapa yang akan menjadi kucing, anak-anak membuat suatu kesepakatan bersama bahwa dari salah satu Kotak akan dijadikan Jurang untuk menentukan Kucing tersebut.

Pada saat penentuan kucing, anak-anak harus mempunyai Batu atau Genting sebagai Simbol atau pengganti peran dari anak tersebut, dan setelah anak-anak memiliki simbol tersebut selanjutnya akan menentukan Kucing dengan cara menjalankan sesuai dengan jarum jam ke setiap kotak atau persegi dengan di iringi oleh Lagu In Dan De.

Perbedaan in dan de dengan Petak Umpet

Yang membedakan dengan Petak Umpet pada umumnya yaitu Permaian In Dan De mempunyai suatu ciri khas yaitu adanya Lagu khas dari permaian In Dan De pada saat menentukan Siapa yang akan Menjadi Kucing. Lagu ini yang penuh dengan makna dan arti terhadap perkembangan psikologis dan motivasi anak karena sifatnya lagu ini lebih banyak mengartikan tentang motivasi dan solidaritas. Berikut lirik lagu dari In Dan De yang menggunakan perpaduan Bahasa antara Bahasa Madura dan Nasional :

BACA JUGA  Analisis Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar)

In Dan De

In deka deki

In dakulima

mana – mana

budi mana

engkau berada

oh carilah oh carilah

sengkok berada

Keberlangsungan Kucing yang akan mencari temannya yang sembunyi itu tidak menentu, artinya anak-anak yang menjadi Kucing akan tetap menjadi kucing sampai permainan akan selesai maka tidak menutup kemungkinan akan terwujud karena sistem permainan ini pada saat  yang menjadi Kucing sudah ada, temen-temen itu akan sembunyi sesuai dengan keinginannya.

Sedangkan si Kucing akan menata batu atau genting ke atas sampai tidak tersisa, dan menata pun harus cepat dan benar agar bisa mencari teman yang bersembunyi tersebut karena waktu pencarian oleh Kucing tidak melalui hitungan melainkan menata batu atau genting ke atas

Beralihnya atau pergantian Kucing di tentukan dengan cara siapa yang di temukan terlebih dahulu, akan tetapi jika ada sebagian anak yang sembunyi dan belum ditemukan oleh Kucing dan anak tersebut bisa menjatuhkan batu atau genting yang ditata ke atas oleh Kucing sampai Roboh maka Kucing akan mencari lagi teman yang semulanya di temukan sembunyiannya dan anak yang menjatuhkan itu harus dengan cara menendang batu atau genting sambil berkata (PAL).

akan tetapi cara melakukan PAL itu tidak gampang harus ada sebagian teman yang sudah di temukan sembunyiannya oleh Kucing, apabila belum ada anak yang ditemukan dan salah satu anak melakukan PAL maka anak tersebut melakukan suatu tindakan yang bisa merugikan dirinya sendiri dengan sebutan oleh mereka dengan Bunuh Diri, maka secara otomatis anak tersebut menggantikan Kucing sebelumnya.

Demikian sekilas tentang permainan tradisional Madura In Dan De. Permainan tradisional semacam ini mulai punah karena tergeser oleh permainan digital dan gadget. Sebagai masyarakat yang peduli, mari kita “rawat” dan lestarikan permainan tradisional. Kita kenalkan kepada generasi muda agar kearifan lokal tradisional ini dapat lestari, dikenal di masa depan. kita siapkan literasi permainan tradisional bagi generasi yang akan datang.

BACA JUGA  Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pariwisata di Kabupaten Lamongan

Leave a Reply