Perbedaan Artikel Ilmiah dan Artikel Populer

Karya tulis atau artikel sangat beragam bentuknya, diantaranya artikel ilmiah dan populer. lalu apa perbedaan artikel ilmiah dan artikel populer? beriku ini penjelasannya!

Saat ini menulis artikel tidak sesulit saat teknologi belum secanggih saat ini. Meskipun tuntutan dan standardnya semakin ketat, tapi semua itu dimudahkan oleh teknologi. Karena itu, Literasi teknologi sangat penting bagi kita.

Menulis artikel ilmiah harus berdasarkan data, referensi yang kredibel, berbeda dengan menulis artikel populer. Salah satu referensi yang akurat adalah bersumber dari Jurnal ilmiah, baik nasional maupun Internasional. Namun, kamu harus tetap selektif memilih sumber jurnal. Setidaknya perhatikan minimal terindex Crossref dan tentunya artikel yang kamu rujuk sudah memiliki DOI (Digital Object Identifier).

sementara menulis artikel populer lebih dominan sense penulis, Psikologi pembaca dan tren populer yang sedang berlangsung.

Sebelum lebih jauh, bagi kamu yang masih bingung apa sih artikel Ilmiah dan artikel Populer? berikut ulasannya:

Artikel Ilmiah VS Artikel Populer

Artikel ilmiah merupakan karya tulis yang ditulis berdasarkan kaidah atau metode ilmiah, berbasis data bukan sekedar asumsi dan common sense. Berbeda dengan artikel populer, artikel ilmiah harus disertakan sumber baik berupa data lapangan, hasil penelitian terdahulu (artikel ilmiah lainnya yang relevan), teks book, dan sumber lain dan di cantumkan sebagai citation dalam bentuk kutipan, footnote, endnote dan harus disertakan dalam bibliografi.

Dan satu ciri utama artikel ilmiah adalah disajikan dengan bahasa baku, dan karena bahasa ini terkadang terasa agak kaku. Pada umumnya artikel ini ditulis untuk kepentingan akademik, maupun kedinasan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam artikel ilmiah adalah: sistematika penulisan, termasuk penulisan judul, sub judul, jumlah kata maksimal, kaidah penulisan, citation style, bibliografi / reference maupun daftar pustaka. Oiya, tahukah kamu apa bedanya referensi dengan daftar pustaka? Bagi yang belum tahu, ini bedanya… jika kamu menulis artikel ilmiah kemudian mengutip beberapa sumber, kemudian sumber tersebut wajib ditulis di bagian akhir artikel (referensi).

Artinya, sumber kutipan dalam artikel itulah disebut referensi dan ini wajib dicantumkan. Sementara daftar pustaka adalah sumber yang tidak selalu ada, atau tidak dikutip dalam tubuh artikel. Misalnya, kamu menulis artikel ilmiah tentang post pandemic development , sebelum menulis, kamu membaca beberapa bacaan, kemudian kamu terinspirasi dari bacaan bacaan tersebut.

Namun tidak kamu kutip dalam artikel kamu, nah sebagai penghargaan kepada penulisnya, sumber inspirasi tadi kamu cantumkan dalam daftar pustaka. Jadi kesimpulannya: Referensi adalah sumber yang dikutip dalam artikel, sementara daftar pustaka tidak selalu dikutip dalam artikel tapi menginspirasi penulis artikel tersebut.

Bagaimana dengan artikel populer? Sementara artikel populer biasanya ditulis berdasarkan trend, hoby, Opini, pengetahuan umum dan terkadang untuk statement tertentu juga disertakan sumber ilmiah juga. Namun, bahasa penyajiannya dengan bahasa populer, sehingga lebih fleksibel dan mengalir. Artikel populer biasanya ditulis untuk kepentingan yang umum dan lebih luas. Misalnya opini disurat kabar, konten website, buku populer.

Berikut beberapa perbedaan artikel Ilmiah dan artikel Populer

perbedaan artikel ilmiah dan populer

Karena ini merupakan dua hal yang berbeda, tentunya perlu kita rinci dan detailkan beberapa perbedaannya.

Judul artikel

tentunya setiap artikel memiliki judul. Bagian ini setidaknya menggambarkan isi dari sebuah tulisan. Oleh karenanya Judul merupakan bagian pertama dan utama dalam artikel. Bagaimana perbedaannya?

  • Judul pada artikel ilmiah harus sesuai dengan kaidah penulisan yang baik dan benar. Menggunakan kalimat Baku sesuai PUEBI dan atau KBBI. Bahkan untuk jumlah kata maksimal juga dibatasi (biasanya untuk institusi pendidikan punya kebijakan yang berbeda).Selain itu, untuk jenis penelitian biasanya juga punya ciri khas yang menggambarkan metode atau pendekatan yang dipakai.

Misalnya untuk penelitian Kuantitatif, biasanya menggunakan kata Pengaruh…… Terhadap, untuk kualitatif lebih fleksible namun tetap mengacu pada PUEBI dan KBBI. Contoh: Pengaruh Pembelajaran jarak Jauh terhadap prestasi Siswa …. Pertisipasi masyarakat dalam pembangunan desa

  • Sementara Untuk judul artikel populer lebih bebas, penggunaan bahasa populer dan tujuannya adalah untuk menarik perhatian pembaca, membuat penasaran pembaca. Makanya terkadang kita menemui kontek yang judulnya bombastis tapi isinya sederhana. Hehehe. Contoh : Teknik pesugihan digital, trik cepat kaya ala kaum rebahan

Sistematika penulisan

setelah Judul tentunya setiap penulisan ada kaidah atau sistematika penulisan. Penulisan artikel ilmiah harus mengikuti ketentuan baku aturan ilmiah. Misalnya jumalah kalimat dalam satu paragraf. Ide pokok tiap paragraf tidak lebih dari satu substansi, standard pengutipan sumber, style sitasi (APA, MLA, Vancouver dll), bahkan urutan bab, jumlah minimal referensi (berbeda tiap institusi).

Sementara untuk artikel Populer, penulis bebas mengekspresikan ide, alur penulisan dengan semenarik mungkin tanpa terikat dengan kaidah ilmiah. Artikel populer biasanya lebih mengacu pada segmen pembaca, target market pembacanya, sehingga bahasa dan gaya penulisan disesuaikan dengan marketnya.

Tujuan penulisan

Seseorang menulis pasti ada tujuan. Untuk artikel ilmiah pada umumnya ada tujuan teoritis untuk pengembangan keilmuan, dan ada tujuan praktis bagaimana ilmu atau hasil analisisnya bermanfaat untuk masyarakat.

Sementara secara umum artikel ilmiah untuk akademik, pada umumnya untuk pemenuhan tugas (akhir), tugas terstruktur maupun untuk kepentingan proyek penelitian… hehehe. Sedangkan artikel Populer tujuannya lebih luas, mulai dari Hoby, pesanan, monitize web, popularitas, bisnis dll.

Isi Tulisan

nah ini paling penting, karena kalau ada judul tidak ada isinya bagaimana… hehehe. Artikel ilmiah secara substansi isi tulisannya mengacu pada data, baik primer maupu skunder. Isi artikel ilmiah setidaknya memuat tiga statement, statemen teoritis, statement lapangan (data), statement penulis (analisis) penulis.

Untuk memenuhi tiga statemen tersebut maka dibutuhkan pengetahuan ilmiah konsep dan teori, akurasi data (lapangan, Lab, pustaka) dan creative/critical thinking penulis. Setiap pernyataan, statement dalam artikel ilmiah harus didasarkan pada sumber/referensi, dan pada bagian akhir juga dicantumkan dalam bibliografi ataupun daftar pustaka. Agak susah juga ya… tapi kalau sudah terbiasa akan mudah kok, dan apalagi sekarang mencari referensi sangat mudah dengan kecanggihan teknologi.

Sementara artikel populer, isinya lebih ekspresif, atau pengalaman pribadi, opini, refleksi. Namun demikian, menulis artikel populer juga membutuhkan pengetahuan yang luas. Bahkan lebih komprehensif daripada artikel ilmiah, mulai dari penguasaan isu yang sedang viral, bahasa gaul, psikologi pembaca, dan isu isu kontemporer sebagaimana isu ilmiah juga.

Nah itulah perbedaan artikel ilmiah dan artikel populer, semoga bermanfaat. Jangan lupa share ya…. Terimakasih. Salam literasi

Leave a Reply