Penting! Literasi Teknologi Bagi Guru di Era Society 5.0

Manfaat Teknologi bagi Guru – Literasi teknologi bagi guru Khususnya teknologi informasi dan komunikasi sebagai upaya untuk tingkatkan kualitas guru di Era Society 5.0 dewasa ini. Teknologi Memiliki Manfaat yang Signifikan bagi Guru dan Siswa dalam penyelenggaraan pembelajaran yang berkualitas.

Kenapa Literasi Teknologi Bagi Guru penting dalam Pembelajaran?

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) diciptakan bertujuan untuk meningkatkan peradaban kehidupan manusia. Dalam hal ini, terdapat berbagai aspek yang melingkupinya termasuk ranah bidang pendidikan. Sebelumnya, TIK juga telah mempengaruhi berbagai ranah bidang ekonomi.

Contohnya seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kondisi ini tentu akan mengubah paradigma negara-negara berkembang dalam strategi pembangunannya, dari pembangunan industri menuju era informasi.

Akan menjadi sesuatu yang berbeda apabila melihat implikasi yang ada pada dunia pendidikan. Keberadaan teknologi yang dewasa ini mulai dibenamkan pada dunia pendidikan dan pembelajaran masih bisa diperhitungkan sebagai suatu inovasi. Ini tentu bersinergis dengan melajunya zaman kearah yang lebih canggih dan ramah teknologi.

Tak hanya itu, saat ini, siswa kurang tertarik dengan proses pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered). Mereka lebih menunjukkan suatu rasa antusiasme tersendiri apabila proses pembelajaran tersebut dilakukan melalui upaya mereka sendiri.

Para ahli dan praktisi pendidikan melabeli pendekatan tersebut sebagai Pendekatan Pelajar Sentris atau yang lebih dikenal dengan istilah Student Centered Learning. Pendekatan inicenderung memfokuskan pembelajaran pada siswa, dan guru hanya sebagai fasilitatornya.

BACA JUGA  5 Aplikasi Belajar Online Terbaik 2022
Literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi, manfaat teknologi bagi guru

Meskipun demikian, guru juga harus memiliki kompentensi yang mumpuni agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman, termasuk dalam menguasai teknologi. Oleh karena itu, guru dituntut menguasai keterampilan literasi teknologi informasi dan komunikasi: kemampuan untuk menggunakan teknologi digital, alat komunikasi dan jaringan sebagai sarana untuk memecahkan masalah, khususnya yang berhubungan dengan aktivitas belajar dan mengajar.

Guru serta Penguasaan Literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi

Menurut Suhartowo (Pustekkom Kemendikbud, 2019) saat ini dari total guru yang ada di Indonesia, baru 40 persen yang “melek” dengan teknologi informasi dan komunikasi. Selebihnya, masih 60% guru masih belum bisa beradaptasi dengan kemajuan di era digital ini. Padahal teknologi memiliki banyak manfaat yang perlu diketahui oleh guru, diantaranya adalah:

Manfaat Teknologi Bagi Guru

Literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi, manfaat teknologi bagi guru

Meningkatkan kompetensi dan kualitas guru

Ketika guru menguasai teknologi informasi dan komunikasi, guru tersebut dikatakan guru profesional. Hal tersebut dikarenakan ketika guru dituntut menguasai suatu keterampilan dan kemudian ia berusaha untuk menguasainya, tentunya ia akan mudah untuk mengikuti perkembangan zaman. Kompetensi guru tersebut akan meningkat, sekaligus beserta kualitasnya. Walhasil, guru tersebut akan memiliki keterampilan yang lebih baik daripada sebelumnya.

Mengembangkan media pembelajaran

Dengan mendasarkan suatu aktivitas pembelajaran terhadap suatu kreasi media pembelajaran yang inovatif, efektivitas dan efisiensi dari pembelajaran dapat diraih. Ini dikarenakan, media pembelajaran yang terlalu statis akan menimbulkan kesan monoton dan membosankan, serta identik dengan karakteristik tidak menarik.

Oleh karena  itu peran  media dalam proses pembelajaran, sebagai suatu produk teknologi informasi dan komunikasi, menjadi penting karena akan menjadikan proses pembelajaran tersebut menjadi lebih bervariasi dan menyenangkan. dan tidak kalah pentingnya adalah, agar Peran Guru tidak tergeser Oleh kecanggihan teknologi sebagai media pembelajaran masa depan.

BACA JUGA  4+ Media Pembelajaran Interaktif Penunjang Pembelajaran Jarak Jauh

Mengembangkan bahan ajar

Dewasa ini, pengimplementasian serta penggunaan bahan ajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang di produksi secara mandiri, sudah menjadi pilihan wajib bagi para praktisi pendidikan. Penggunaan buku teks, yang notebene-nya hanya berisi suatu diskursus teks dan potret gambar, dianggap sudah tidak lagi relevan.

Karena itulah, produk-produk program komputasi yang saat ini sudah dapat dengan mudah diakses dan dihasilkan lebih banyak diminati, mengingat media ini bisa dengan mudah menampilkan karakter multi-media (audio maupun visual bergerak).

dengan Penguasaan literasi teknologi, Guru akan dapat mengembangkan bahan ajar menjadi lebih menarik, membuat konten pembelajaran semakin interaktif dan dinamis.

Meningkatkan kualitas pembelajaran

Pembelajaran yang dilakukan di kelas kurang efektif jika hanya mengandalkan sumber bahan ajar dari buku saja. Maka dari itu diperlukan teknologi untuk mengakses informasi yang diperlukan pada saat pembelajaran berlangsung. Teknologi mampu membuat strategi belajar kognitif dan keterampilan berfikir kritis. Siswa juga dapat belajar secara aktif, konstruktif, autentik, dan kooperatif, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran.

dengan demikian, penguasaan literasi teknologi bagi guru sangat bermanfaat dalam peningkatan kualitas pembelajaran. dengan teknologi Informasi dan komunikasi, Guru dapat mengembangankan media pembelajaran sesuai dengan Prinsip dan kaidah pembelajaran yang profesional.

Menjalin hubungan erat dengan siswa

Adanya teknologi media sosial, guru dapat berinteraksi secara langsung dengan siswa tanpa terhalang jarak dan waktu. Siswa juga bisa langsung mengajukan pertanyaan kepada guru serta melakukan diskusi dengan teman-teman lain. Fitur ini tentunya dapat digunakan secara kondusif dan efisien, sebagai alternatif pembelajaran luring disekolah – tanpa harus mengorbankan unsur dinamika dari pembelajaran tatap muka.

Dengan adanya berbagai manfaat di atas, sangat diharapkan sekali seorang guru mampu menguasai teknologi informasi dan komunikasi. Pemerintah pun sangat mendorong guru untuk menguasai skill tersebut. Sehingga, bagaimanapun caranya, sekolah juga diharapkan dapat memfasilitasi agar guru tidak gagap dengan teknologi informasi dan komunikasi seperti sebelumnya.

BACA JUGA  Integrasi Indonesia Quotient (IndQ) dalam kurikulum PAI sebagai upaya penanaman nilai moderasi beragama

Cara Meningkatkan Literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi

Peningkatan   literasi  teknologi informasi dan komunikasi bagi  guru  dapat  dilakukan dengan beberapa hal: seperti mengadakan kegiatan pelatihan, seminar, dan workshop mengenai teknologi pembelajaran;

mendatangkan narasumber ahlinya; melengkapi  berbagai  sarana  dan  media  berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran;

melaksanakan pelatihan pembelajaran dengan menggunakan berbagai strategi dan metode berbasis teknologi informasi dan komunikasi; serta melakukan studi banding ke sekolah lain yang dipandang lebih maju.

Jika berbagai strategi tersebut dilaksanakan secara tepat dan guru mampu menerima dengan baik setiap pengalaman yang diberikan, maka guru akan semakin terbiasa menggunakan teknologi. Kemampuan literasi teknologi informasi dan komunikasi mereka akan meningkat asalkan diimbangi dengan rasa percaya diri untuk bisa menggunakan teknologi.

Untuk mendapatkan update dan memudahkan membaca artikel dari web ini tanpa membuka browser internet, anda dapat mengunduh Aplikasi dunialiterasi.com di Play Store.

Leave a Reply