Bagaimana Pengaruh Gadget terhadap Perkembangan Anak 2022 ?

Dear parents…

Mendidik anak pada era Society 5.0 agaknya memang penuh tantangan. Saat ini semua orang sepertinya tidak bisa lepas dari gadget, termasuk barangkali anak-anak parents.

Masalahnya adalah pengaruh gadget terhadap perkembangan anak usia dini sangat mengkhawatirkan. Hal ini karena dengan bermain gadget, anak usia dini menyerap stimulus, informasi kemudian menginternalisasi dalam memorinya. Permasalahannya adalah tidak semua informasi dan stimulus dari gadget tersebut bersifat Positif.

Memang didunia ini tuhan menciptakan segala sesuatu berpasangan, ada siang ada malam, ada laki laki ada perempuan, ada baik juga ada buruk. Nah begitu juga Gadget, selain manfaat positif, disatu sisi juga memiliki dampak negatif. Termasuk bagi perkembangan anak usia dini ketika sudah mengenal gadget.

Tahukah parents apa saja dampak dari gadget terhadap perkembangan anak? Yuk simak ulasan berikut,

7 Pengaruh Gadget Terhadap Perkembangan Anak

Pengaruh Gadget terhadap Perkembangan Anak
tirtojiwo.org/

Usia yang dikatakan anak-anak yakni yang termasuk dalam rentang usia 1-12 tahun. Dilema bagi parents karena saat pandemi, anak-anak harus berdampingan dengan gadget, layaknya smartphone.

Meskipun demikian ada beragam solusi apabila anak-anak parents sudah terpapar gadget.

Nah, untuk mengetahui solusinya, terlebih dahulu parents harus tahu apa saja pengaruh gadget terhadap perkembangan anak usia dini, berikut ulasannya sudah  include solusinya ya….

1.      Perkembangan fisik dan motorik anak

Pada tahapan perkembangan fisik dan motorik, anak yang sering berhadapan dengan gadget akan cenderung malas bergerak, alih-alih nyaman dan anteng dengan gadget, hal ini merupakan kewaspadaan bagi parents.

Motorik sendiri ada 2 jenis yakni motorik kasar dan motoric halus. Untuk mengasah perkembangan motoric kasar parents dapat mengajak anak seperti bermain bola, bermain kejar-kejaran atau sederhananya sering ajak anak untuk berdiri, melompat, jalan dan berlari.

Selanjutnya motorik halus dapat parents lakukan dengan cara mengajak anak menyusun puzze, membuat menara balok, melipat, menggunting dan lainnya.

Nah untuk motorik halus sendiri parents dapat menggunakan gadget sebagai alat bermain, namun tetap diperhatikan porsinya. Jangan sampai anak merasa nyaman dan ketagihan bermain dengan layer gadget ya parents.

2.      Perkembangan sosial

Apabila anak banyak disibukkan dengan gadget, bahkan hampir 80% waktu anak digunakan di depan layar gadget, ini sangat berpengaruh pada perkembangan sosialnya.

Saat ini jarang sekali kita lihat anak-anak bermain masak-masakan, engklek apalagi gobak sodor bersama teman-temannya. Ya, apalagi saat pandemi seperti ini.

Oleh karena itu, parents perlu memastikan perkembangan sosial anak tetap baik dengan beberapa hal seperti mengajak anak bermain di luar rumah, ajak anak bertemu dengan orang lain, ajak mereka belanja, atau ajak mereka sekedar bermain ke taman, hal itu menstimulasi seluruh tubuhnya untuk beradaptasi dengan orang lain.

Hal lainnya ajak anak untuk berbagi, bernyanyi, bacakan buku cerita. Nah, biasanya aspek perkembangan sosial ini berhubungan dengan kegiatan di luar rumah, namun parents dapat melakukannya di dalam rumah dengan menjadi role model, seperti saling menyapa penghuni rumah, Ayah, Ibu, Anak-anak, juga jika ada asisten rumah tangga.

Kemudian parents perlu waspada jika anak tidak peduli dengan sekelilingnya, tidak mau membantu jika penghuni rumah sedang butuh bantuan, tidak percaya diri, anak hanya sibuk dengan layar gadgetnya terus menerus.

3.      Perkembangan emosional

Antara perkembangan sosial dan emosional saling berkaitan. Biasanya anak yang sering berhadapan layar gadget akan mudah marah sampai tantrum, kasar, mudah tersinggung, mudah menangis, takut bertemu orang lain, dan sebagainya.

Nah hal ini perlu parents siasati dengan  membiasakan anak bekerja sama, ajak memainkan permainan yang melibatkan beberapa anak.

4.      Perkembangan bahasa

Anak yang aktivitas sehariannya lebih banyak dihabiskan bersama gadget, akan berpengaruh terhadap perkembangan bahasanya. Ada beberapa kemungkinan yang terjadi, apakah bahasa anak akan semakin lancar berbahasa namun tidak tertata maupun tidak terkontrol, apakah anak semakin mengalami kesulitan berbicara, atau apakah bahasa anak semakin berkembang, bahkan hingga bilingual?

Nah, kemungkinan-kemungkin negative dari masalah tersebut akibat tidak ada pengawasan dari orangtua. Jika pun perkembangan bahasa anak mengalami peningkatan, itu bagian dari tugas kita sebagai orang-orang sekelilingnya.

Namun biasanya anak-anak yang mengalami keterlambatan dalam berbicara, karena saat berinteraksi dengan gadget, anak hanya menerima bahasa, tidak memberi atau tidak dapat merespon apa yang diterimanya, anak hanya mendengar tanpa melakukan proses saling berbicara satu sama lain.

5.      Perkembangan kognitif

Perkembangan kognitif mengacu pada kinerja otak, seperti melakukan pemecahan masalah, kreativitas, penalaran maupun proses berfikir.

Maka dari itu parents perlu mengajak anak untuk melatih seluruh inderawinya, seperti melakukan sentuhan pada berbagai macam bentuk benda maupun tumbuhan. Mengajak anak olahraga, bertamasya, bernyanyi dan membuat gambar bersama, bermain game yang menyenangkan.

Pada proses mengembangkan kognitif anak, parents boleh menggunakan gadget sesekali.

6.      Perkembangan seni

Apabila anak hanya fokus pada gadgetnya dalam tahap perkembangan seni, hal ini bisa membuat anak tidak tertarik dengan baragam suara, bahkan tidak mampu membedakan suara satu dengan lainnya, tidak terampil dalam membuat karya seni seperti membuat mainan dari kertas, kardus atau benda disekitarnya.

Parents bisa mengajarkan anak anak untuk membuat origami sederhana, ingat mainan jaman dulu, bikin pesawat dari kertas yang dilipat, bikin kapal – perahu dari kertas, mobil mobilan dari batang bunga Tebu, mainan tembak tembakan dari batang bambu dan masih banyak lagi…

Ternyata luar biasa ya, mainan tradisional jaman dlu dalam merangsang perkembangan seni pada anak anak.

7.      Perkembangan Spiritual dan moral

Bagi anak yang menghabiskan banyak waktu dengan gadget, akan banyak meniru apa yang dilihat dan didengarnya melalui layar gawai terssebut. Hal ini berpengaruh pada perkembangan Spiritual dan moralnya karena pikirannya belum bisa mencerna setiap informasi maupun visualisasi yang didapatnya. Jika parents tidak mendampinginya, gadget tak hanya berpengaruh negative terhadap moralnya tapi juga mental sang anak.

Ibarat gadget dan perangkat saat ini, manusia juga memiliki “hardware” dan “Software” yang seringkali disebut dengan istilah jasmani dan rohani, fisik dan non fisik. Nah spritual dan moralitas ini merupakan “software” dalam diri kita.

Oleh karena itu parents harus memperhatikan perkembangan “software” spiritual dan moralitas anak anak kita. jangan sampai nilai nilai tersebut mereka dapatkan dari gadget yang kurang jelas sumber dan kebenarannya.

Nah itulah ulasan 7 pengaruh gadget terhadap perkembangan anak. Dear parents mungkin perlu menyeimbangkan kesibukan anak, agar anak tidak fokus hanya pada layer gawainya. Dalam hal ini gadget tidak serta merta selalu buruk, karena pada dasarnya teknologi diciptakan adalah untuk memudahkan pekerjaan maupun kegiatan manusia. Asal parents bisa mengendalikan anak-anak untuk cerdas dan tidak berlebihan dalam menggunakannya. Ajarkan anak-anak untuk mengenal dan mengaplikasikan batasan. karena itu, parents juga perlu membekali diri dengan literasi teknologi setidaknya sebagai bekal untuk mengawasi penggunaan gadget pada anak anak.

Jika menurut dear parents artikel ini bermanfaat, silahkan dishare ya  parents.

Leave a Reply