Pemberdayaan Ekonomi masyarakat dalam mewujudkan Ekonomi Tangguh

Pemberdayaan ekonomi merupakan proses pembangunan yang mengedepankan partisipasi, kemandirian dan pemanfaatan lokalitas. tujuannya menciptakan ekonomi yang tangguh, resilien atau mampu bertahan dari gejolak eknomi dalam negeri maupun luar negeri.

Dengan kata lain, pemberdayaan ekonomi merupakan bentuk pembangunan bottom Up dengan fokus menciptakan kemandirian ekonomi yang mampu bertahan dalam situasi instabilitas.

Artikel ini adalah bentuk latihan artikel review yang dilakukan oleh penulis sebagai bentuk latihan untuk me-review artikel dari jurnal. Tujuannya adalah untuk meningkatkan literasi dan kemampuan dalam melakukan kajian literatur. Semoga bermanfaat.

Judul asli artikel: Pemberdayaan Masyarakat Dalam Bidang Ekonomi Untuk Mewujudkan Ekonomi Nasional Yang Tangguh Dan Mandiri

Pendahuluan

       Pemberdayaan masyarakat dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk memulihkan atau meningkatkan keberdayaan suatu komunitas agar mampu berbuat sesuai dengan harkat dan martabat mereka dalam melaksanakan hak-hak dan tanggung jawab  mereka sebagai komunitas manusia dan warga negara.

Konsep pemberdayaan lahir sebagai antithesis terhadap model pembangunan dan model industrialisasi yang kurang memihak pada rakyat mayoritas. Konsep ini dibangun dari kerangka logic sebagai berikut : (1) bahwa proses pemusatan kekuasaan terbangun dari pemusatan penguasaan faktorproduksi. (2) pemusatan kekuasaan faktor produksi akan melahirkan masyarakat pekerja dan masyarakat yang pengusaha pinggiran.

(3) kekuasaan akan membangun system pengetahuan, system poitik, system hukum, dan ideologi yang manipulatif untuk memperkuat dan legitimasi. (4) konsep system pengetahuan, system hukum, system politik, dan ideologi, secara sistematikakan menciptakan dua kelompok masyarakat, yaitu masyarakat berdaya dan masyarakat tunadaya. Akhirnya yang terjadi adalah dikotomi, yaitu masyarakat yang berkuasa dan manusia yang dikuasai.

BACA JUGA  Pengembangan Masyarakat Melalui Pendampingan Sosial Dalam Konsep Pemberdayaan

Pemberdayaan Eknomi masyarakat

Dari berbagai tulisan Sumodiningrat (1999), konsep pemberdayaan ekonomi secara ringkas dapat di kemukakan sebagai berikut :

  1. Perekonomian rakyat adalah perekonomian yang diselenggarakan oleh rakyat.
  2. Pemberdayaan ekonomi rakyat adalah usaha untuk menjadikan ekonomi yang kuat, besar, modern, dan berdaya saing tinggi dalam mekanisme pasar yang benar. Karena kendala pengembangan ekonomi rakyat adalah kendala structural, maka pemberdayaan ekonomi rakyat harus dilakukan melalui perubahan structural.
  3. Perubahan structural yang dimaksud adalah perubahan dari ekonomi tradisional ke ekonomi modern, dari ekonomi lemah ke ekonomi kuat, dari ekonomi subsisten ke ekonomi pasar, dari ketergantungan ke kemandirian.
  4. Pemberdayaan ekonomi rakyat, tidak cukup hanya dengan peningkatan produktivitas, memberikan kesempatan berusaha yang sama, tetapi harus dijamin adanya kerja sama dan kemitraan yang erat antara yang telah maju dengan yang masih lemah dan belum berkembang.
  5. Kebijakanya dalam pemberdayaan ekonomi rakyat adalah : (1) pemberian peluang atau akses yang lebih besar kepada aset produksi (khusus nya modal); (2) memperkuat posisi transaksi dan kemitraan usaha ekonomi rakyat; (3) pelayanan Pendidikan dan kesehatan; (4) penguatan industry kecil; (5) mendorong munculnya wirausaha baru; (6) pemerataan spasial.
  6. Kegiatan pemberdayaan masyarakat mencakup : (1) peningkatan akses bantuan modal usaha; (2) peningkatan akses pengembangan SDM, dan (3) peningkatan akes ke sarana dan prasarana yang mendukung langsung sosial ekonomi masyarakat lokal.

Hasil dan Pembahasan

        Dari berbagai konsep mengenai pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi, seperti yang telah dibahas sebelumnya, sekarang kita akan melihat bagaimana konsep ini dipraktikkan. Dari berbagai program dan atau proyek pemberdayaan masyarakat di bidnag ekonomi.

Apakah itu program Inpres Desa Tertinggal (IDT), Proyek Pembangunan Prasarana Pendukung Desa Tertinggal (P3DT), Proyek Pengembangan Kecamatan (PPK), Proyek Pengembangan Kawasan Desa-Kota Terpadu (PARUL), Pengembangan Ekonomi Masyarakat Lokal (PEM/LED) dan Program Pemberdayaan Daerah Mengatasi Dampak Krisis Ekonomi (PDMDKE)

BACA JUGA  Pelatihan Kewirausahaan Ekokultural - memberdayakan Masyarakat miskin pedesaan

Secara umum memiliki kemiripan dimensi pendekatan, seperti misalnya: (1) bantuan modal bergilir; (2) bantuan pembangunan prasarana; (3) penguatan kelembagaan; (4) penguatan kemitraan usaha; dan (5) bantuan pendampingan.

Indikator Ekonomi Tangguh

pemberdayaan ekonomi dalam mewujudkan Indikator Ekonomi Tangguh

Untuk mewujudkan ekonomi yang Tangguh dan mandiri harus diketahui beberapa ciri pokok yang melatarbelakanginya. Ekonomi yang Tangguh harus memiliki daya tahan dan daya saing. Ekonomi yang memiliki daya tahan adalah perekonomian yang tidak mudah terombang-ambing oleh gejolak yang datang, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Perekonomian tersebut ditandai dengan

(1) adanya diversifikasi kegiatan ekonomi, seperti  tercermindalam keragaman sumber mata pencaharian penduduk nya, sumber penerimaan negara, sumber penerimaan devisa dan sebagainya.

(2) pelaku ekonominya mempunyai keluwesan yang tinggi (flexibility) dalam menyesuaikan diri terhadap perkembangan lingkungan usaha yang dapat berubah dengan cepat.

(3) kerangka kebijakan dan peraturan yang mendukung (conclusive) terciptanya iklim usaha yang sehat.

       Ada beberapa upaya yang dilakukan agar pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat terwujud, yaitu :

  1. Efektifitas dan efisiensi program pemberdayaan
  2. Penguasaan faktor produksi
  3. Distorsi konsep
  4. Penguatan SDM (sumber daya manusia), serta Spesifik lokasi dan pemasalahan.

Kelebihan

  1. Penjelasan tentang pengertian pemberdayaan dan juga konsep pemberdayaan sudah cukup jelas dan rinci. Selain itu, penjelasanya juga di sertai pendapat-pendapat dari para ahli seperti Karl Marx, Friedmann, Hulme dan Tuner, dan lain-lain.
  2. Pemaparan masalah nya dijelaskan secara rinci dan disertai dengan gambar/peta konsep yang dapat memudahkan pembaca memahami isi dari penelitian tersebut.
  3. Terdapat contoh yang lebih spesifik dan contoh yang general (umum) tentang masalah yang dihadapi oleh masyarakat tunadaya.
  4. Pada bagian akhir artikel juga dijelaskan mengenai upaya-upaya atau solusi yang dilakukan agar pemberdayaan ekonomi dapat terwujud. Dengan begitu, permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat tunadaya bisa teratasi.
BACA JUGA  Strategi Penguatan Pembangunan Madura Berkelanjutan Melalui Pemberdayaan Nilai Kearifan Lokal

Kekurangan

  1. Isi dari jurnal tersebut tidak lengkap. Seperti tidak ada metode penelitianya.
  2. Antara pendahuluan dengan pembahasan tidak dibatasi dengan bab. Jadi pembaca bingung menentukan mana yang bagian pendahuluan dan bagian pembahasan.
  3. Kesimpulan yang dituliskan dalam artikel ini kurang menjawab atau tidak mencakup tentang apa yang sudah di bahas dalam penelitian tersebut.

Kesimpulan

        Pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah penguatan pemilikan faktor-faktor produksi, penguatan penguasaan distribusi dan pemasaran, penguatan masyarakat untuk mendapatkan gaji/upah yang memadai dan penguatan masyarakat untuk memeperoleh informasi, pengetahuan dan keterampilan, yang harus dilakukan secara multi aspek, baik dari aspek masyarakat nya sendiri, maupun aspek kebijakanya.

Secara praktis upaya yang merupakan pengarahan sumber daya untuk mengembangkan potensi ekonomi rakyat ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas rakyat sehingga baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam di sekitar keberadaan rakyat dapat ditingkatkan produktivitasnya. Dengan demikian, rakyat dan lingkunganya mampu secara partisipatif menghasilkan dan menumbuhkan nilai tambah ekonomis.

Data artikel dan reviewer

Judul                                  : Pemberdayaan Masyarakat Dalam Bidang Ekonomi Untuk Mewujudkan Ekonomi Nasional Yang Tangguh Dan Mandiri

Jurnal                                 : jurnal Manajemen dan Kewirausahaan

Volume dan halaman     : Volume 3, No.2, Hal. 1-19

Tahun                                : 2012

Penulis                            : Erni Febrina Harahap, SE, M.Si

Reviewer                           : Lia Zulfani  

Leave a Reply