Pemberdayaan ekonomi kreatif melalui Daur ulang sampah

Pemberdayaan ekonomi kreatif melalui daur ulang sampah memiliki dua manfaat sekaligus. Manfaat ekonomi dan manfaat menjaga lingkungan.

Bagaimana sampah dapat menjadi sumber kegiatan ekonomi kreatif yang dapat dijadikan sebagai upaya atau strategi pemberdayaan pada masyarakat. Salah satunya di Desa Sekoto Kecamatan Badas Kabupaten Kediri, misalnya sampah yang didaur ulang menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomi, ataupun barang yang memiliki nilai guna, dengan begitu masyarakat akan ikut andil didalamnya dan bisa membangun kualitas dirinya melalui upaya penciptaan ekonomi kreatif dengan daur ulang sampah yang ada menjadi barang yang bermanfaat.

Dengan demikian, akan terdapat dua manfaat, manfaat nilai ekonomi, dan manfaat menjaga lingkungan yang mendukung sustainable development goals

Pemberdayaan ekonomi kreatif

pemberdayaan merupakan proses yang berkesinambungan sepanjang hidup (on going) dan sepanjang komunitas itu masih ingin melakukan perubahan dan perbaikan, dan tidak hanya terpaku pada suatu program saja. Sebagai suatu program, pemberdayaan dilihat dari tapahan tahapan kegiatan guna mencapai suatu tujuan, yang biasanya sudah ditentukan jangka waktunya (Isbandi Rukminto Adi,2002:172-171).

Pemberdayaan ekonomi kreatif melalui daur ulang sampah plastik

Ekonomi Kreatif adalah suatu konsep yang menempatkan kreativitas dan pengetahuan sebagai aset utama dalam menggerakkan ekonomi. Ekonomi kreatif merupakan pengembangan ekonomi yang berdasarkan keterampilan, kreatifitas dan bakat individu untuk menciptakan daya kreasi dan daya cipta individu yang bernilai ekonomis, sehingga menitikberatkan pada pengembangan ide dalam menghasilkan nilai tambahnya.

Daur ulang sampah plastik

Daur Ulang Sampah plastik yang dalam bahasa ilmiahnya disebut sebagai polimer banyak dikenal sebagai material sintetik atau bahan kimia yang memiliki karakteristik yang khas. Karakteristik plastik dianggap khas karena selain bisa menjadi menjadi substansi bagi meterial lain, plastik juga mempunyai karakter tersendiri sebagai material alternatif selain material yang sudah ada.

Dari klasifikasi di atas, dapat diketahui bahwa material plastik adalah salah satu jenis polimer yang strukturnya permanen atau dengan kata lain bahwa istilah material plastik merupakan sebuah istilah spesifik dan berbagai macam jenis polimer(Basriyanta, 2007:17).

Sampah merupakan salah satu permasalahan global termasuk di Indonesia. Akibat dari sampah yang terlalu banyak dan tidak ditangani dengan baik menyebabkan terjadinya bencana alam seperti banjir, dan kerusakan lingkungan. sampah sendiri adalah barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi. sampah menurut pasal 1 Undang Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengolahan Sampah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan atau proses alam yang berbentuk padat.

Daur ulang sampah : Ikhtiar warga desa Sekoto

Maka dari itu masyarakat Desa Sekoto Kecamatan Badas  Kabupaten Kediri. Mempunyai pemikiran untuk memanfaatkan sampah plastik kreatifitas sampah plastik untuk membuat sampah menjadi barang yang bermanfaat yang bisa digunakan atau dijadikan sebagai hiasan rumah.  dengan adanya kreatifitas sampah plastik masyarakat Desa Sekoto Kecamatan Badas  Kabupaten kediri, selain dapat mengurangi penumpukan sampah  plastik masyarakat Desa Sekoto Kecamatan Badas  Kabupaten kediri juga bisa menambah pendapatan ekonomi  yang Diahasilkan melalui kreatifitas sampah plastik tersebut.

Daur ulang sampah sebagai pemberdayaan ekonomi kreatif di desa Sekoto

Sampah merupakan salah satu permasalahan yang krusial harus diatasi, pasalnya sampah akan menjadi sumber penyakit bisa dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu masyarakat Desa Sekoto mesiasati itu dengan daur ulang sampah yang menjadi ekonomi kreatif bagi masyarakat sekitar.

Sampah-sampah tersebut misalnya dapat berupa sampah plastik yang digunakan untuk membuat kerajinan tas plastik, kemudian kayu bekas untuk bangunan dapat dimanfaatkan sebagai miniatur dan lain sebagainya. Pasalnya dalam kehidupan ini manusia dapat menciptakan berbagai hal sesuai daya kreatifnya masing-masing.

Kemudian hasil daur ulang tersebut biasanya dipasarkan dan diperjual belikan kepada khalayak umum, untuk kemudian dapat menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat terutama daerah itu sendiri. Ada tiga faktor pendorong dalam konsep ekonomi kreatif, yakni: kemudahan akses informasi dan komunikasi, akses informasi dan komunikasi sangatlah berperan penting.

Akses informasi dan komunikasi juga mempermudah pengusaha dalam mencari pengetahuan terkait inovasinya. Kemajuan teknologi, teknologi yang digunakan dalam pengembangan ide juga haruslah sepadan. Artinya agar inovasi ide bisa terlaksana dengan baik, dibutuhkan teknologi yang sesuai. Keahlian tenagasesuai, Tenaga kerja juga menjadi salah satu faktor pendorong. Keahlian tenaga kerja yang sesuai bisa mempermudah proses realisasi inovasi di industri kreatif.

Sehingga dalam perwujudan ekonomi kreatif terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni ketiga hal diatas. Pasalnya predikat ekonomi kreatif tidak hanya ada dan berkembang saja namun juga mampu membuktikan dan menghasilkan sesuatu yang dapat dijadikan acuan sebutan ekonomi kreatif.

Ciri-ciri ekonomi kreatif merupakan identitas dari suatu daerah dikatakan berhasil memperoleh predikat tersebut, adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut,: Mengutip dari buku Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal (2020) karya Sopanah, dkk, ekonomi kreatif memiliki enam ciri utama, yaitu: Adanya kreasi intelektual, ekonomi kreatif menekankan pada pentingnya kreativitas. Maka dari itu, kreativitas dan juga keahlian dalam suatu sektor sangat dibutuhkan dan menjadi salah satu ciri utama dari ekonomi kreatif.

Kreasi dan inovasi harus terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan aktivitas ekonomi. Tujuannya agar bisa diterima oleh pasar dan bermanfaat bagi konsumen. Ditribusi secara langsung dan tidak langsung adanya distribusi secara langsung atau tidak langsung didasarkan pada kebijakan perusahaan dan kebutuhan konsumen.

Membutuhkan kerja sama dalam industri kreatif, kerja sama sangatlah penting. Misalnya antara pihak pengusaha dengan pemerintah yang mengatur kebijakannya. Berbasis pada ide. Artinya ide menjadi hal utama yang harus dipersiapkan dalam ekonomi kreatif. Ide sangat penting dalam mengembangkan industri kreatif dan akan selalu berkaitan dengan inovasi dan kreativitas. Tidak memiliki batasan tidak ada batasan dalam penciptaan produk. Artinya inovasi dan kreativitas dalam penciptaan produk akan selalu terjadi dan hal ini tidak memiliki batasan yang pasti.

Kesimpulan

Kesimpulan dari artikel ini permasalahan yang krusial harus diatasi, pasalnya sampah akan menjadi sumber penyakit bila dibiarkan begitu saja dan juga bisa mengakibatkan bencana alam. Dan pentingnya menjaga kebersihan alam ini, Oleh karena itu masyarakat Desa Sekoto mesiasati itu dengan daur ulang sampah yang menjadikan  barang-barang yang bermanfaat.

Desa sekoto kabupaten kediri mempunyai ide kreatif dengan memanfaatkan sampah plastik untuk ekonomi kreatif bagi masyarakat sekoto, seperti memanfaatkan kembali sampah plastik dijadikan sebagai hiasan rumah dan diperjual belikan pada oran lain sehingga masyarakat desa sekoto kabupaten kediri mempunyai  pendapatan dari hasil memafaatkan sampah plastik tersebut.

Penulis:

NIA YULIANA

ZUNIAR AMELIA PUTRI

MUHAMMAD FAIZALUDIN FEBRI

Sumber

Linda Roza.(2016). Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Melalui Daur Ulang Sampah Plastik (studi kasus bank sampah berlian kelurahan tangkerang labuai). Jurnal Al-Iqtishad 12 (1), 1-19

Kompas.(2021). Ekonomi Kreatif: Pengertian, Ciri-Ciri, Faktor Pendorong, Perkembangan.

Al-Amin Muhammad Irfan.(2021). Mengenal Prinsip hingga Ciri-ciri Ekonomi Kreatif.

Olivia.(2021).Penertian ekonomi kreatif dan ciri-ciri dan manfaatnya.

Leave a Reply