paradigma : Paradigma Metafisika dan Paradigma Sosiologi

Sejarah lahirnya Sosiologi

Paradigma dalam Ilmu sosial

Kali pertama dipopulerkan oleh Thomas S. Kuhn dalam “The Structure of Scientific Revolution The Structure of Scientific Revolution ” pada tahun 1962 yg diterjemahkan “Peran Paradigma  dalam Revolusi Revolusi Sains “ Tahun 1989. Kuhn tdk menjelaskan makna paradigma dg jelas, baru oleh Mastermann konsep paradigma Kuhn diklasifikasi menjadi menjadi tiga hal, yaitu:

– Metafisik (metaphisical metaphisical paradigm)

Sosiologis (sociological paradigm)

– Konstruk (construct paradigm)

paradigma
pendidikan.co.id

Paradigma Metafisik memerankan fungsi:


– Menunjuk kepada sesuatu yang pusat perhatian komunitas ilmuwan;

– Menunjuk kepada komunitas ilmuwan yang memusatkan perhatian untuk menemukan sesuatu yang ada;

– Menunjuk pada ilmuwan yang berharap menemukan sesuatu yang sungguh-sungguh ada.


Paradigma sosiologi

mengacu pada pengertian keragaman fenomena yg menjadi kajian ilmuwan yg hasilnya diterima oleh ilmuwan dibidangnya Paradigma konstruk ialah konsep yg paling sempit berkaitan dengan ilmu tertentu. Paradigma Sosiologi terbagi menjadi 3, yaitu Paradiggma Fakta Sosial, Paradiggma Definisi Sosial dan Paradiggma Perilaku Sosial

Paradigma Fakta Sosial

Dikembangkan oleh Emile Durkheim dlm “The Rules of Sociological Method” Tahun.1895 dan “Suicide” th. 1897. Ia mengkritik sosiologi yg didominasi August Comte dg positivismenya bahwa sosiologi dikaji berdasarkan pemikiran, bukan fakta lapangan. Durkheim menempatkan fakta sosial sebagai sasaran kajian sosiologi yang harus melalui kajian lapangan (field research) bukan dengan penalaran murni. Teori-teori dlm paradigma ini adalah: teori Fungsional truktural,
teori Konflik, teori Sosiologi Makro, dan teori Sistem.

BACA JUGA  Analisis Pengembangan Pariwisata dengan konsep 4 A Pariwisata

Kajian Fakta Sosial


Struktur Sosial dan Pranata Sosial. Struktur sosial adalah: jaringan hubungan sosial dimana interaksi terjadi &terorganisir serta melalui mana posisi sosial individu dan sub-kelompok dibedakan. Pranata sosial: norma & pola nilai Empat Proposisi yg mendukung kelompok sbg fakta sosial:
1. Kelompok dilihat melalui sekumpulan individu.
2. Kelompok tersusun atas beberapa individu.
3. Fenomena sosial hanya memiliki realitas dlm
individu, dan
4. Tujuan mempelajari kelompok utk membantu     menerangkan/meramalkan tindakan individ

Empat Proposisi yg mendukung kelompok sebagai fakta sosial:


1.
Kelompok dilihat melalui sekumpulan individu.
2. Kelompok tersusun atas beberapa individu.
3. Fenomena sosial hanya memiliki realitas dlm
Individu

4. Tujuan mempelajari kelompok utk membantu menerangkan/meramalkan tindakan individu

Definisi Sosial


Tokohnya Max Weber yg menganalisis tindakan sosial (social action). Tindakan sosial adalah tindakan individu thd orang lain yg memiliki MAKNA utk dirinya sendiri & orang lain. Kata kuncinya “tindakan yg penuh arti”. Weber tdk memisahkan antara struktur dan pranata sosial krn keduanya membantu manusia membentuk tindakan yg penuh makna. Utk Mengkajinya digunakan metode “analisis pemahaman” (interpretative understanding). Teori-teori yg tergabung: Fenomenologi, Interaksionisme Simbolik, Etnometodologi, dan Dramaturgi

Paradigma Perilaku Sosial


Tokohnya B.F. Skinner. Obyek Sosiologi adalah perilaku manusia yg tampak serta kemungkinan
perulangannya (hubungan antar individu & lingkungannya). Perilaku sosial (X) tindakan sosial.
Perilaku sosial: mekenisme stimulus dan respon, tindakan sosial: aktor hanya penanggap pasif dr
stimulus yg datang pdnya. Teori yg tergabung: Sosiologi Behavioral dg konsep “reinforcement” & proposisi “reward and punishment”, serta teori Exchange dg asumsi selalu ada “take and give” dlm dunia sosial.
Aktor (Perilaku Sosial): hanya sekedar memproduksi kelakuan.
Agen (Definisi Sosial): mereproduksi & memproduksi tindakan

BACA JUGA  Mitos Gunung Pegat : Sudut pandang sosiologi

Bagaimana intergasi perspektif mikro-Makro dalam Sosiologi

Leave a Reply