New 2022: Cara Menghitung Harga Pokok Produksi

Cara Menghitung Harga Pokok Produksi: Harga pokok produksi dapat dihitung dengan cara menjumlahkan total biaya produksi secara keseluruhan, dengan persediaan barang yang ada dalam proses produksi awal. Kemudian dikurangi dengan persediaan barang dalam proses produksi akhir.

Ketika Anda memulai sebuah bisnis, terlebih dahulu harus mempertimbangkan untung ruginya. Hal itu bisa didapat dengan cara menghitung dengan benar biaya produksi, yang Anda gunakan untuk menjalankan roda bisnis.

Mengenal Harga Pokok Produksi

Sebelum mengetahui bagaimana cara menghitung harga pokok produksi, sebaiknya kita mengenal dulu apa itu harga pokok produksi.

Dalam mencatat laporan keuangan, harga produksi adalah unsur yang wajib disertakan. Di dalam harga pokok produksi, terdapat bermacam-macam daftar biaya yang harus dikeluarkan. Hingga menjadi tolak ukur penjualan sebuah produk, atau merek dalam perusahaan atau bisnis.

Dapat disimpulkan kalau harga pokok produksi, merupakan daftar biaya keseluruhan produksi yang harus dikeluarkan sebuah perusahaan, dalam periode tertentu.

Selanjutnya total biaya pokok produksi harus berisi tentang, biaya pengadaan bahan baku, bahan pendukung produksi, alat produksi, dan lain sebagainya.

Jika harga pokok produksi sudah ditemukan, maka perusahaan atau pengusaha akan lebih mudah untuk menentukan sebuah harga, daripada produk yang mereka jual.

Hal ini berarti sebuah produk yang dijual, memang sudah diperhitungkan secara cermat dan teliti, mengenai untung rugi yang akan menjadi penentu sebuah roda bisnis tetap berputar atau tidak.

Berbagai Kesimpulan Harga Pokok Produksi Menurut Ahli

Susilowati (2009): Harga pokok produksi diartikan sebagai, seluruh pembiayaan yang dibebankan atas produk dan jasa, yang dapat diukur dalam bentuk uang.

BACA JUGA  5 Tips Memilih Konveksi Jaket Terpercaya untuk Memulai Bisnis

Supriyono (2013): Harga pokok produksi adalah jumlah total uang yang harus dibayarkan, dalam rangka untuk memiliki sebuah produk atau jasa. Hal ini diperlukan perusahaan sebagai sarana untuk menghasilkan keuntungan.

Jadi Harga Pokok Produksi adalah Akumulasi dari biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka menghasilkan produk atau jasa, yang mereka akan jual.

Komponen Harga Pokok Produksi

Terdapat tiga komponen yang dapat menentukan harga pokok produksi, yaitu biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan baku langsung, dan biaya overhead atau biaya tidak langsung pabrik atau perusahaan.

Selanjutnya dalam menentukan harga produk atau harga pokok produksi, sebuah perusahaan terlebih dulu harus menghitung; bahan baku, biaya bahan baku yang dibeli, total bahan baku yang ada di setiap akhir periode, juga persediaan bahan baku yang masih ada.

Hal yang Dihitung untuk Mendapatkan Harga Pokok Produksi

•Biaya Tenaga Kerja

Namun sebuah perusahaan harus menentukan biaya tenaga kerja yang mereka gunakan, sebelum menentukan harga pokok produksi.

Biaya untuk membayar tenaga kerja langsung adalah yang paling mudah di hitung. Seperti dalam akuntansi, yang menghitung untuk menggaji karyawan.

•Biaya Tidak Langsung (Overhead)

Biaya tidak langsung atau biaya paralel ini, memang hal yang perlu dihitung dengan cermat dan diperlukan ketelitian yang mendasar. Karena mereka digunakan dalam proses produksi secara tidak langsung.

Biaya tidak langsung mencakup dari perlengkapan yang digunakan untuk produksi dan biaya perbaikan peralatan produksi.

•Tenaga Kerja Tidak Langsung

Tenaga kerja tidak langsung meliputi; sumber daya manusia yang digunakan dalam proses produksi, akuntansi pembelian, personil pemeliharaan fasilitas produksi, hingga manajemen yang digunakan dalam produksi.

Selain itu juga harus dihitung mengenai biaya tidak langsung dari depresiasi bangunan yang digunakan untuk tempat produksi, depresiasi peralatan yang digunakan untuk proses produksi, dan biaya pajak atau asuransinya.

BACA JUGA  Studi Kelayakan Bisnis 2022, anda harus tahu!

Baca Juga: New: Cara Mulai Usaha Kecil! inilah 12 Tips Suksesnya

Cara Menghitung Harga Pokok Produksi

cara menghitung harga pokok produksi

Harga pokok produksi, dihitung dari jumlah pekerjaan dalam proses satu kali produksi yang diselesaikan. Yaitu mengenai biaya bahan langsung yang digunakan dalam proses produksi, tenaga kerja langsung, dan biaya tidak langsung atau overhead.

1. Hitung persediaan barang produksi

2. Hitung biaya bahan produksi

3. Hitung biaya bayar pekerja

4. Hitung biaya tidak langsung atau overhead

5. Hitung sisa barang atau bahan produksi yang tidak digunakan dalam periode proses produksi

HPP = (1+2-3+4)- 5

Sebagai contoh yaitu, sebuah toko yang menjual baju. Mereka sedang menyusun laporan akhir tahun keuangan. Namun mereka tak lupa untuk menghitung jumlah persediaan barang yang masih ada.

Persediaan bahan yang ada tahun 2021= Rp.500.000.000

Pembelian bahan baku tahun 2021= Rp.800.000.000

Biaya bayar pekerja tahun 2021= Rp.100.000.000

Biaya tidak langsung atau Overhead tahun 2021= Rp.100.000.000

Persediaan akhir atau bahan yang tidak digunakan dalam periode proses produksi tahun 2021= Rp.600.000.000

HPP= (1+2+3+4) – 5

        = (500.000.000+800.000.000+100.000.000+100.000.000) – 600.000.000

= 1.500.000.000 – 600.000.000

=Rp.900.000.000

Jadi toko yang menjual baju itu, selama tahun 2021 telah menjual produk atau dagangan mereka sebanyak Rp.900.000.000.***

itulah uraian bagaimana cara menghitung harga pokok produksi yang benar, yang bisa anda jadikan referensi dalam bisnis anda. selamat mencoba, semoga sukses. salam literasi.

Leave a Reply