Mulai Kuliah Offline, Telang Banjir Pedagang Makanan

Mulai Kuliah Offline – Kebijakan Kuliah tatap muka 100% pada semester ganjil 2022/2023 setelah Pandemi COVID-19, aktifitas ekonomi disekitar kampus mulai ramai oleh pedagang. Tak terkecuali di kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Kampus negeri kebanggan Madura ini berlokasi di Telang, Kamal, Kabupaten Bangkalan Madura.

Kebijakan Kuliah Tatap muka pasca Pandemi COVID-19

Pandemi covid-19 yang menjadi momok paling menakutkan mulai tahun 2020 lalu, berangsur melandai. Hal itu lantaran program vaksinasi terus digencarkan oleh Pemerintah. Terlebih saat ini vaksin terbaru, yakni vaksin booster juga dijadikan syarat perjalanan jauh kendaraan umum. Seperti kereta api antar kota. Tentu upaya ini membuat keadaan lebih baik, pasalnya vaksin akan membuat manusia merasa lebih aman, meski harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

Melandainya covid-19 juga disambut baik oleh dunia pendidikan. Seperti yang dikutip dari detik.com, Kementerian pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi berencana menetapkan kuliah tatap muka seratus persen pada tahun ajaran baru yakni semester ganjil 2022/2023. Meski demikian, harus tetap dilandasi dengan protokol Kesehatan yang tetap diperhatikan. Hal tersebut menunjukan perkembangan baik bagi dunia pendidikan, dari yang awalnya menerapkan sistem hybrid atau offline dan online, saat ini dicanangkan sistem pembelajaran seratus persen offline.

Berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 01/KB/2022, Nomor 408 Tahun 2022, Nomor HK.01.08/MENKES/1140/2022, dan Nomor 420-1026 Tahun 2022 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), dengan ini kami sampaikan bahwa Penyelenggaraan pembelajaran di perguruan tinggi pada semester gasal tahun akademik 2022/2023 di masa pandemi Coronavirus Disease  2019 (COVID-19) dilakukan dengan:
1. Pembelajaran tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan/atau pembelajaran jarak jauh.
2. Perguruan tinggi yang berada pada daerah khusus berdasarkan kondisi geografis sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 160/P/2021 tentang Daerah Khusus Berdasarkan Kondisi Geografis dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka secara penuh dengan kapasitas peserta didik 100% (seratus persen).
3. Dalam penyelenggaraan pembelajaran tatap muka, Perguruan tinggi harus tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan warga perguruan tinggi (mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan) serta masyarakat sekitarnya.

Edaran https://dikti.kemdikbud.go.id/ ditujukan kepada Pimpinan lembaga pendidikan tinggi

Penerapan kebijakan tersebut juga telah dilakukan oleh beberapa kampus di Jawa Timur, salah satunya adalah Universitas Trunojoyo Madura. Kampus negeri di Bangkalan, Madura, Jawa Timur ini telah menetapkan pembelajaran secara offline untuk semester ganjil mendatang. Tentu dengan adanya kebijakan tersebut Mahasiswa harus hadir ke lokasi pembelajaran, yakni Telang, Kamal, Bangkalan, Madura.

BACA JUGA  Kemeriahan Pra Acara Menyambut Satu Abad NU di Surabaya

Mulai Kuliah Offline 100%

Geliat ekonomi dibalik kebijakan kuliah tatap muka 100% Universitas Trunojoyo Madura

Adanya kebijakan tersebut juga memengaruhi beberapa hal terkait proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran offline seratus persen. Seperti kepadatan Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan yang dipenuhi Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura. Semakin hari berdatangan secara berangsung-angsur, membeludak.

Selain itu, pengaruh yang dirasakan warga sekitar juga berdampak pada perekonomiannya. Adanya banyak Mahasiswa yang memadati Telang, membuat warga sekitar memanfaatkan kesempatan itu untuk memperbaiki perekonomiannya, seperti berdagang disekitar jalanan kampus.

Baca juga: MAHASISWA UNIVERSITAS TRUNOJOYO MENJADI DELEGASI ISTANBUL YOUTH LEADERS SUMMIT 2022 : DOA ORANG TUA DAN MAGICAL OF LAW ATTRACTION

mulai kuliah offline, universitas trunojoyo Madura

Sepanjang perjalanan menuju kampus dipenuhi dengan pedagang-pedagang. Entah makanan berat, seperti warung nasi, ataupun makanan ringan yang dijajakan dipinggir jalan. Ada juga warung nasi yang memiliki keunikan cara pemasarannya sendiri. Namanya warung makan ebu. Warung makan ebu merupakan warung makan yang menjajakan makanan berat, seperti nasi dan lauk pauk, namun cara pelayanannya dengan prasmanan. Jadi konsumen bisa mengambil sendiri, nasi serta lauk yang diinginkannya.

Tak hanya itu, beberapa pedagang baru juga berdatangan. Ketika covid-19 melanda, Telang seakan sepi, hanya beberapa pedagang saja yang memilih bertahan, meskipun sepi. Namun saat ini, ketika sudah digembar gemborkan akan adanya pembelajaran offline seratus persen, hampir dari ujung ke ujung pedagang ramai dan saling menjajakan dagangannya. Kebanyakan adalah pedagang makanan.

Telang dibanjiri pedagang makanan. Hal itu seperti warung seblak yang baru saja dibuka diujung Jalan Telang, ada juga kios pentol terkenal yang dijajakan didekat warung seblak, seperti pentol kabul, beberapa juga membuka warung bakso, yang dahulunya belum ada. Tak hanya itu, alfamart juga banyak dipadati pembeli, dua puluh empat jam buka, tidak pernah sepi. Beberapa pedagang juga memiliki kios di depan alfamart, seperti es the poci, warmindo, dan minuman cokelat keinian.

BACA JUGA  Haul Sayyid Abdurrahman Desa Pagerwojo 2022

Tak heran jika saat ini Telang menjadi sentral tempat penjual untuk menjajakan dagangannya. Beberapa warung baru juga dibuka. Kios makanan kecil, dan tempat nongkrong anak muda kekinian yang menjadi daya tarik para Mahasiswa untuk keluar kos. Entah sekadar memanjakan mata, membeli makanan, atau mentraktir kawannya. Telang memang banjir pedagang makanan.

Kasman, pedagang pentol paruhbaya itu juga merasa senang, Mahasiswa sudah ramai datang ke Telang, ia merupakan salah satu orang yang terkena dampak adanya covid-19. Saat ini pembeli pentolnya sudah mulai meningkat, hal itu tak lepas dari ketekunannya untuk tidak memberhentikan usahanya, meski pandemi memporak-porandakan dunia, khususnya di Madura, Jawa Timur, Indonesia.

Fenomena ini menunjukan bahwa, melandainya covid juga memperbaiki segala bidang, sentral pendidikan di Universitas Trunojoyo Madura yang memengaruhi kegiatan ekonomi warga sekitar, sehingga membantu memperbaiki perekonomian mereka. Masyarakat juga berharap covid-19 bisa hilang seratus persen. Sehingga rejeki yang tertahan selama kurang lebih dua tahun kemarin dapat tergantikan dengan melandainya covid-19 yang mulai berangsur, dan kegiatan manusia mulai normal, tidak dibatasi.

Salam Literasi, Semangat, Jaga kesehatan, dan patuhi protokol kesehatan.

Leave a Reply