Memahami Teori Mekanisme Survival (Strategi Bertahan Hidup)

  • June 8, 2022
  • 48 Views
Teori Mekanisme Survival

Mekanisme Survival – Teori ini dipaparkan oleh salah satu ilmuwan politik dan Antropolog Amerika James S. Scott. Menurut Scott, dalam situasi sulit, keluarga petani bisa Mempertahankan hidupnya melewati tahun-tahun yang mana hasil dari panen dan sumber-sumber yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka dapat mengikat sabuk mereka lebih kencang lagi dengan makan hanya sekali dalam sehari dan beralih ke makanana yang lebih rendah. (Scott, 1981)

Daftar Isi

Substansi Teori Mekanisme Survival James S Scott

Teori mekanisme survival atau Strategi bertahan hidup yang dikemukakan oleh James S. Scott memandang bahwa ada tiga cara yang dilakukan masyarakat miskin untuk bertahan hidup, yaitu:

  • Mengurangi pengeluaran untuk pangan dengan cara makan hanya sekali sehari dan beralih ke makanan yang mutunya lebih rendah atau mengencangkan ikat pinggang.

Upaya atau strategi yang dilakukan adalah dengan melakukan penghematan baik dalam hal pangan, sandang, kesehatan dan juga kebutuhan sosial.

Teori Mekanisme Survival

Dalam segi pangan mereka beralih ke makanan yang bermutu lebih rendah dan dengan harga yang lebih terjangkau. Istri petani ini sengaja memasak makanan sendiri daripada harus membeli makanan diluar, hal ini dilatar belakangi dengan memasak makanan sendiri maka pengeluaran mereka akan semakin sedikit, mereka dapat memilih sendiri menu masakan yang dapat mereka pilih seperti sayur sop, ikan asin, sayur asem maupun sayur lodeh dan dengan lauk yang murah seperti lauk tahu dan tempe.

Dengan menu sederhana petani dan keluarganya dapat menekan pengeluaran dan menghemat penghasilan. Sadar bahwa tujuan hidupnya adalah memperbaiki perekonomian, dengan cara mengesampingkan porsi dan kualitas makanan yang dimakan setiap hari.

  • Strategi bertahan hidup yang kedua yaitu menggunakan alternatif subsisten. Yang dimaksud subsisten adalah dengan memanfaatkan swadaya, swadaya yang mencakup (meliputi) usaha kecil-kecilan, bekerja sebagai tukang atau buruh, dan melakukan migrasi untuk mencari pekerjaan.

Cara ini dapat dilakukan dengan melibatkan seluruh sumber daya atau oleh semua anggota keluarga yang berada di dalam rumah tangga, terutama istri yang juga mencari nafkah tambahan bagi suami. dalam mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Alternatif subsisten juga dilakukan oleh petani selaku kepala rumah tangga yaitu bekerja sampingan seperti menjadi buruh ataupun mencari pekerjaan lain.

  • Strategi bertahan hidup yang terakhir yang sesui dengan teori James S Scott adalah meminta bantuan dengan cara memanfaatkan jaringan sosial. Jaringan sosial tersebut antara lain sanak saudara, kawan-kawan sedesa, atau memanfaatkan hubungan dengan perlindungnya (patron), yang mana patron merupakan suatu bentuk “asuransi” dikalangan petani.

Patron didefinisikan sebagai orang yang berada dalam posisi membantu klien-kliennya. Patron yang dimaksud para pemilik modal yang dapat membantu memberi pinjaman dan mengeluarkan petani dari terhimpitnya masalah keuangan yang sedang dialami oleh petani. (Scott, 1981)

Pemanfaatan jaringan ini sebenarnya sudah dilakukan oleh masyarakat desa pada umumnya, modal sosial yang  mereka miliki adalah rekan sesama petani, relasi dalam keluarga maupun relasi dalam bertetangga yang dapat dipandang sebagai perekat dalam dunia sosial.

Jaringan sosial terbentuk karena latar belakang yang sama seperti persamaan pekerjaan, persamaan pendidikan, kondisi sosial antara keluarga petani satu dengan yang lainnya. Dan berbagai persamaan-persamaan yang ada diantara masyarakat.

Dari berbagai persamaan itulah terbentuk strategi bertahan hidup jaringan sosial secara horizontal. Jaringan sosial horizontal merupakan jaringan sosial yang memiliki status yang sama, individu individu yang terlibat didalamnya memiliki kondisi dan status sosial ekonomi yang sama.

Hal tersebut dimanfaatkan oleh petani dan keluargannya untuk mendapatkan pinjaman uang ketika ada hal yang mendesak, mendapatkan pekerjaan atau bahkan sekedar bertukar informasi atas segala kesulitan hidup yang mereka alami.

Jaringan sosial horizontal ini sangat membantu petani dan keluarganya disaat ada situasi yang bisa dibilang mendesak seperti ketika anak tiba-tiba sakit, biaya sekolah dan lain sebagainya.

Pemanfaatkan jaringan sosial selanjutnya yaitu Jaringan sosial secara vertikal. Jaringan sosial secara vertikal yaitu individu atau kelompok yang secara sosial mempunyai daya atau modal secara ekonomi. Dalam hal ini adalah para pemiliki modal seperti tuan tanah maupun lembaga sosial ditempat bekerja.

Dalam jaringan sosial ini yang menjadi pihak klien adalah petani dan unit keluarganya, sedangkan inidividu yang meminjamkan uang yang menjadi patron. Dalam menjalin hubungan dengan para jaringan sosialnya.

Petani dan keluarganya juga menerapakan unsur-unsur penting yang ada di dalam modal sosial seperti kepercayaan (trust), jejaring (networking) dan norma yang dilakukan oleh petani dan unit keluarga, didalam menjalin hubungan hal ini dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah tetap menjalin silaturahmi, menjaga kejujuran, dan norma yang terbentuk dikarenakan modal sosial yang terbentuk diantara hubungan tersebut.

Kesimpulan

Teori mekanisme survival atau yang populer dengan strategi bertahan hidup ini merupakan hasil penelitian panjang James S Scott terhadap petani miskin. Bagaimana mereka bertahan hidup dimasa sulit. Dalam kondisi normal petani miskin juga kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya. Mereka harus bekerja keras dan menerapkan strategi agar dapat bertahan meskipun dalam situasi serba kekurangan.

Teori ini memiliki 3 proposisi utama yang menjelaskan strategi petani dalam bertahan hidup. 3 proposisis tersebut adalah, Mengencangkan ikat pinggang (Berhemat), alternatif Subsisten dan memanfaatkan jaringan sosial untuk meminta bantuan. Demikian uraian tentang teori mekanisme survival James S Scott. Semoga bermanfaat, Salam Literasi

Leave a Reply