Pengertian dan manfaat journaling untuk kesehatan mental

Manfaat journaling untuk kesehatan mental sudah terbukti secara nyata. Dalam kegiatan ini, kamu bisa menuangkan ide, menceritakan aktivitas yang dilakukan seharian, ataupun menuliskan cita-cita dan harapan masa depan. Aktivitas ini terbukti mampu memberikan ketenangan bagi siapapun yang mengerjakannya.

Beberapa orang juga mengaku jika journaling bisa dijadikan sebagai healing. Melakukan aktivitas ini ada banyak sekali macamnya lho. Jadi, tidak hanya berfokus ada kegiatan menulis saja, namun juga meliputi kegiatan menggambar, mengetik, ataupun merekam suara.

Sebelum lebih jauh alangkah baiknya kita pahami dulu apa itu Journaling.

Pengertian Journaling

manfaat journaling untuk kesehatan mental – Terdapat ungkapan yang mengajarkan kepada kita bahwa setiap orang pasti pernah mengalami suatu masalah. Berbagai cara dilakukan untuk membebaskan pikiran dari beban masalah yang dihadapi. Adakalannya menyepi menghindari keramaian, menemui orang tertentu, misalnya orang tua, guru atau teman curhat dan lainnya untuk sekedar meluapkan isi hati, menceritakan apa yang menggang pikiran.

Tapi terkadang kita masih terbatas dalam meluapkan isi hati, bisa jadi karena malu atau teman kita kurang memahami kita. Tahu nggak, metode ini bisa kamu ganti dengan meluapkan isi pikiran, harapan, hingga peristiwa atau kisah masa lalu kamu ke dalam tulisan, gambar maupun rekaman suara.

Jadi Journaling adalah kegiatan menuangkan ide, pikiran, perasaan maupun emosi baik yang menyenangkan maupun yang membuat kamu sedih, Baik berkaitan dengan peristiwa masa lalu maupun harapan di masa depan ke dalam bentuk tulisan tangan, ketikan, suara, ataupun gambar. Biar menambah kepuasan, kamu juga bisa share di media sosial lho, Tentunya dengan memperhatikan kepantasan dan privasi kamu ya.

BACA JUGA  Depe Ikhlas Melepas Angga Wijaya, Gabriel Jadi Pelipur Lara

Journaling Akan memberikan kebebasan bagi kamu dalam mengungkapkan dan memahami masalah kehidupan yang sedang kamu hadapi. Tujuannya untuk mengurangi, mengatasi atau memperbaiki, bahkan menyelesaikan beban masalah yang kamu hadapi.

Journaling ini ternyata di adopsi dari teknik konseling Rational-Emotive Behavior Therapy (REBT) lho. Dimana menurut Albert Ellis bahwa Individu harus dibiasakan untuk berfikir dan merasa dengan cara Tertentu. nah salah satu cara tertentu tersebut adalah dengan membiasakan menuangkan isi pikirannya dalam ekspresi tertulis, gambar, maupun suara. Lalu apa sih manfaat journaling untuk kesehatan mental? yuk simak penjelasannya dibawah ini

Apa Manfaat Journaling untuk Kesehatan Mental?

manfaat journaling untuk kesehatan mental

Begitu banyak manfaat journaling yang bisa kamu rasakan ketika merutinkan aktivitas ini. Tak hanya sebagai healing atau seru-seruan semata, journaling bisa meredakan gejala kesehatan mental seperti:

Sebagai Sarana Mengendalikan Emosi

manfaat journaling untuk kesehatan mental pertama adalah Mengekspresikan perasaan yang dirasakan dalam tulisan bermanfaat untuk kamu mengidentifikasi penyebab munculnya rasa tersebut. Demikian pula dengan waktu terjadinya sehingga akan ada waktu di masa depan kamu akan mudah melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitas diri.

Dibandingkan berkoar-koar untuk melepas semua emosi yang ada sampai merugikan orang lain, menuangkan secara journaling akan lebih positif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Journaling sebagai metode terapi cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan mengontrol emosi. Misalnya Hasanah dan Pratiwi (2020), melakukan penelitian di SMA 11 Surabaya Tentang Penerapan Konseling Kelompok Teknik Journaling Untuk Meningkatkan Pengelolaan Emosi Pada Peserta Didik Di Sma Negeri 11 Surabaya. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa konseling kelompok teknik Journaling dapat meningkatkan pengelolaan emosi pada peserta didik.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Harrison, Paula A., and Joan L. Fopma-Loy (2010) dengan judul Reflective journal prompts: A vehicle for stimulating emotional competence in nursing. Yang dipublikasikan dalam  Journal of Nursing Education penelitian ini menggunakan Goleman’s framework untuk merangsang kecerdasan emosional partisipan. Hasilnya menunjukkan bahwa Journaling adalah sarana efektif dalam memperkenalkan dan merangsang kecerdasan emosional partisipan. 

BACA JUGA  7 Aplikasi Baca Novel Online Paling Recommended

Bisa meredakan Cemas Berlebihan dan Stress

Faktanya, dengan journaling bisa membantu seseorang menjadi lebih rileks. Aktivitas ini bisa berupa menggambar, menulis, mengetik, atau apapun itu yang berhubungan dengan menuangkan isi hati dan pikiran. Tentu ini akan lebih positif dibandingkan aktivitas merugikan lain seperti merusak barang ataupun memarahi orang terdekat. salah satu manfaat journaling adalah meningkatkan kemampuan manajemen stress. jadi kalian nggak mudah emosi ketika sedang stress.

Bahkan berdasarkan penelitian, Journaling efektif juga bagi penderita Multiple Sclerosis (MS) yaitu penyakit kronis akibat gangguan pada syaraf pusat, dampaknya adalah gangguan mental dengan kecemasan dan stress berlebih. Hal ini telah diteliti oleh Hasanzadeh, Parisa, Masoud Fallahi Khoshknab, and Kian Norozi pada 2012.

Sementara itu, Mercer, Amanda, Elizabeth Warson, and Jenny Zhao melakukan riset dengan judul Visual journaling: An intervention to influence stress, anxiety and affect levels in medical students. Hasilnya menunjukkan bahwa visual Journaling adalah metode interventif yang efektif dalam mereduksi stress di Lingkungan Medis.

Sebagai Media untuk Lebih Memahami Diri Sendiri

manfaat journaling untuk kesehatan mental ketiga adalah Menuangkan aktivitas, perasaan yang dirasakan, gejolak rasa, serta emosi dalam sebuah karya akan membuat kamu lebih mengenal diri sendiri. Akan ada waktu di mana kamu akan tidak bersemangat menjalani hari, sedang marah pada suatu atau lainnya.

Kamu bisa melakukan journaling agar emosi dan kekhawatiran itu bisa tertuang ada wadah tepat. Jika kondisi tubuh dan pikiran sudah stabil, kamu bisa membacanya lagi dan ini bisa membuat kamu lebih mengenal dan memahami diri pribadi secara lebih mendalam.

Sebagai Sarana Mengungkapkan Perasaan

Manusia selalu butuh telinga untuk mendengar. Namun, sayangnya tidak semua orang respect dengan cerita yang kita alami. Maka, satu-satunya jalan adalah menuangkannya melalui journaling. Entah itu mengekspresikan melalui gambar, tulisan, maupun rekaman suara. Cara ini tentu tergolong aman dan lebih privacy.

BACA JUGA  Quarter Life Crisis,  Masa yang Akan Dilewati Semua Orang Dalam Hidupnya!

Tak Perlu ada yang ditutupi jika memilih journaling sebagai wadah menuangkan perasan. Dengan aktivitas ini juga, kamu akan lebih mengenali serta mengidentifikasi perasaan yang muncul pada waktu-waktu tertentu dalam hidupmu.

Bagaimana Memulai Journaling Baik dan Benar?

Setelah mengetahui manfaat journaling bagi kesehatan mental,  lalu bagaimana cara memulainya?  Sebenarnya, tidak ada patokan bagaimana journaling itu dikatakan sempurna.

Semua kembali pada kenyamanan pribadi masing-masing dalam melakukan aktivitas ini. Namun, sebagai referensi kamu bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini:

  • Pilihlah salah satu metode journaling yang paling dikuasai dan disukai, mencakup pilihan: mengetik, menulis, menggambar, atau merekam suara
  • Lakukanlah kegiatan ini secara rutin dan berkelanjutan. pilihlah waktu terbaik menurut kamu
  • Tuangkan semua perasaan tanpa berpatok pada kesempurnaan kalimat yang digunakan
  • Jangan anggap jika journaling bisa jadi solusi masalahmu, tapi jadikan sebagai terapi yang bisa mengenalkanmu pada diri sendiri secara lebih dalam
  • Tulislah segala hal yang membuatmu bersyukur pada hari itu

Nah itulah beberapa informasi terkait manfaat journaling agi kesehatan mental. Pertanyaan yang mungkin muncul, bagaimana jika aktivitas ini tak membuahkan hasil dalam memperbaiki kualitas hidup? Maka jawabannya tidak masalah. Setiap orang tentu memiliki solusi dan healing terbaik menurutnya, memiliki pendengar lain juga bisa jadi salah satu cara agar aktivitas ini kian bermanfaat.

Leave a Reply