Teori Sosiologi makro-mikro, Pelajaran SMA

548
SHARES
2.5k
VIEWS
[featured_image]
Download
Download is available until [expire_date]
  • Version
  • Download 0
  • File Size 2.72 MB
  • File Count 1
  • Create Date June 3, 2022
  • Last Updated June 3, 2022

Teori Sosiologi makro-mikro, Pelajaran SMA

Teori Sosiologi makro-mikro : klasifikasi teori sosiologi didasarkan pada luasan cakupan ruang lingkup pembahasan melahirkan klasifikasi teori sosiologi Makro-mikro dan meso. bagimana integrasi Makro-mikro? yuk simak penjelasan berikut ini, dan lebih lengkapnya bisa anda download modulnya.

Teori Sosiologi makro-mikro, Pentingnya Studi Teori Sosiologi

Teori Sosiologi makro-mikro - Studi tentang teori-teori sosiologi tidak dimulai di ruang-ruang kelas. Teori bisa lahir dari kehidupan sehari-hari. Sadar atau tidak, dalam kehidupan keseharian, semua orang berteori, yakni dengan memberikan interpretasi atas kenyataankenyataan tertentu.

Sebagai pengkaji sosiologi, kita berkesempatan untuk mengamati realitas sosial masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Suatu aktivitas yang mesti dilakukan, sebagai landasan untuk dapat melakukan analisis secara baik (social observer). Hasil pengamatan yang teratur digunakan sebagai alat analisis atas
peristiwa, situasi tertentu yang terjadi di sekitar kita maupun yang ada di luar sana.

Pada kesempatan ini seorang pengkaji sosiologi melakukan analisa berdasarkan perspektif-perspektif yang dipilihnya, bahkan sampai pada teori yang dibangunnya (social analitical). Setelah kegiatan analisis barulah ditingkatkan pada kegiatan kritik.

Maksudnya pengkaji sosiologi dapat mengkritik realitas kemasyarakatan berdasarkan hasil pengamatan dan analisisnya. Kritik ini tentu diarahkan kepada suatu situasi atau keadaan masyarakat yang dicita-citakan untuk kebaikan bersama
(
social critical).

Untuk mempercepat terwujudnya realitas masyarakat yang dicita-citakan inilah diperlukan rekayasa sosial (social engeneering). Dalam rekayasa sosial ini seorang pengkaji sosiologi membutuhkan power, kekuatan dan kekuasaan untuk mengajak baik secara persuasif maupun rekayasa. 

Klasifikasi Teori Sosiologi

Dalam sosiologi ditempuh berbagai cara untuk mengklasifikasikan teori. Ritzer dalam buku Teori Sosiologi Modern Edisi ke-6 (2006) meskipun tidak menyebutkan secara eksplisit, namun dalam karyanya itu dapat dilihat klasifikasi berdasarkan pada urutan waktu lahirnya teori sosiologi.

Klasifikasi yang hampir sama juga dilakukan oleh Doyle Paul Johnson (1986) dalam bukunya Teori Sosiologi Klasik dan Modern. Ritzer dalam bukunya membagi sebagai berikut:

1. Teori Sosiologi Klasik (Sosiologi Tahun-Tahun Awal)

Periode ini ditandai oleh munculnya aliran Sosiologi Perancis dengan tokohtokoh yang dianggap sebagai founding fathers sosiologi, yaitu: Saint-Simon, Auguste Comte, dan Emile Durkheim.

Sosiologi Jerman dengan tokoh-tokoh:
Karl Marx, Max Weber, dan Georg Simmel.

Sosiologi Inggris yang dipelopori oleh Herbert Spencer. Serta Sosiologi Italia dengan tokoh Vilfredo Pareto.

2. Teori Sosial Modern

Teori-teori ini merupakan pengembangan dari aliran-aliran Sosiologi Klasik. Aliran-aliran utama dalam teori sosiologi modern ini di antaranya meliputi:

Mazhab Chicago, Fungsionalisme/Sistem (Talcott Parsons), Teori Konflik (Ralph Dahrendorf, Lewis Coser), Teori Neo-Marxis (Jurgen Habermas, Herbert Marcuse, Antonio Gramsci), Teori Aksi (Robert Mac Iver, Robert Hinkle), Interaksionisme Simbolik (George Herbert Mead, Charles Horton
Cooley)

selain itu, Etnometodologi (Harold Grafinkel), Fenomenologi (Alfred Schultz), Teori Pertukaran (George C Homans, Peter M. Blau), Teori Pilihan Rasional (James Coleman), Teori Feminis Modern (Jane Addams, Luce Irigaray), Strukturalisme (Roland Barthes), dan Teori Strukturasi (Anthony Giddens).

3. Teori Sosial Post-Modern.

Aliran teori ini merupakan kritik atas masyarakat modern yang dianggap gagal membawa kemajuan dan harapan bagi masa depan. Teori-teori yang diklasifikan dalam aliran ini antara lain: Wacana dan Kekuasaan (Michael Foucoult).

Masyarakat Konsumsi, Simulacra, dan Hiperrealitas (Jean Baudrillard)), Dekonstruksi (Jacques Derrida), Penolakan Narasi Besar (Jean Francois Lyotard), Kapitalisme Lanjut dan Postmodernisme (Friedric Jameson), Percepatan/Dromologi (Paul Virilio), Masyarakat Resiko (Ulrich Beck)

Masyarakat Post-Industri (Daniel Bell), Masyarakat Informasi (Manuel Castells) Klasifikasi lain juga dikemukakan Ritzer (1992) dalam karyanya Sociology: A Multiple Paradigm Science (Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda).

Di dalamnya teori sosiologi diklasifikasikan berdasarkan paradigma. Paradigma adalah sebagai suatu pandangan mendasar dari suatu disiplin ilmu tentang apa yang menjadi pokok persoalan. Menurut Ritzer, sosiologi dibagi menjadi 3 paradigma, yaitu: 

  1. Paradigma Fakta Sosial, meliputi Teori Fungsionalisme Struktural, Teori Konflik,
    Teori Sistem, dan Teori Sosiologi Makro;
  2. Paradigma Definisi Sosial, meliputi Teori Aksi, Teori Interaksionisme Simbolik, dan
    Fenomenologi;
  3. Paradigma Perilaku Sosial, meliputi Teori Pertukaran Sosial dan Teori Sosiologi
    Perilaku.


Klasifikasi berbeda juga dilakukan oleh Collins (Sunarto, 2000: 227) dengan mengacu pada pemikiran sosiologi seabad lalu yang diidentifikasi berdasarkan luas ruang lingkup pokok bahasan, yaitu:

  1. Teori Sosiologi Makro, yaitu teori-teori yang difokuskan pada analisis proses sosial
    berskala besar dan jangka panjang, meliputi teori tentang:
    evolusionisme, sistem,
    konflik, perubahan sosial, dan stratifikasi
  2. Teori Sosiologi Mikro, yaitu teori yang diarahkan untuk analisis rinci tentang apa
    yang dilakukan, dikatakan, dan dipikirkan manusia dalam pengalaman sesaat,
    mencakup teori tentang
    interaksi, diri, pikiran, peran sosial, definisi situasi, konstruksi
    sosial terhadap realitas, strukturalisme, dan pertukaran sosial.
  3. Teori Sosiologi Meso, mencakup teori tentang hubungan makro-mikro, jaringan,
    dan organisasi.

Lebih lengkapnya bisa anda download. terimakasih

MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN
MATA PELAJARAN SOSIOLOGI
Kelompok Kompetensi B
Profesional : Teori-Teori Sosiologi
Pedagogik : Pendekatan Saintifik
PENULIS
Susvi Tantoro, S.Sos., M.A
Lilik Tahmidaten, S.Sos., M.A.
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidian
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Tahun 2017

Related Posts

Trending

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.