Biografi singkat Seratus Tokoh Yang mengubah Indonesia di abad 20

  • November 3, 2021
  • 59 Views
[featured_image]
Download
Download is available until [expire_date]
  • Version
  • Download 0
  • File Size 9.20 MB
  • File Count 1
  • Create Date November 3, 2021
  • Last Updated March 5, 2022

Biografi singkat Seratus Tokoh Yang mengubah Indonesia di abad 20

Abad 20 bagi Indonesia merupakan abad yang sangat bersejarah, karena di masa itulah kita meraih kemerdekaan setelah tiga setengah abad terjajah. Se­ lain Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, cu­ kup banyak peristiwa bersejarah yang terjadi dalam abad 20. Misalnya terbentuknya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 (yang menandai pergeseran pola gerakan anti-kolonialisme dari gerakan bersenjata menuju perjuangan melalui organisasi); Soempah

Pemoeda tanggal 28 Oktober 1928 (tonggak sejarah yang menandai kesadaran untuk bersatu dalarn per­ juangan rnerebut kemerdekaan); perginya Belanda dan datangnya penjajah }epang pada tahun 1942; perang kernerdekaan 1945-1949; pernbunuhan para jenderal Angkatan Darat pada subuh 1 Oktober 1965 yang diikuti pernbantaian kaum komunis di Indone­ sia; hingga people power yang mernaksa rezim Orde

Baru meletakkan kekuasaan pada tahun 1998. Abad 20 juga dihiasi dengan keberhasilan putera-puteri bangsa di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, maupun di bidang bisnis. Di balik peristiwa-peristiwa bersejarah itu, terdapat sosok­ sosok berjiwa besar (great personalities) yang mempu­ nyai karakter kuat, bercita-cita tinggi, dan rela ber­ korban untuk meneapai tujuan. Mereka memanfaat­ kan momentum sejarah untuk mewujudkan apa yang menjadi gagasan mereka. Merekalah yang men­ ciptakan sejarah. Merekalah yang mengubah Indo­ nesia menjadi apa yang kita kenaI sekarang.

Sejarah membuktikan, bahwa pergolakan untuk melawan penjajahan merupakan sesuatu yang berproses 11 dari atas ke bawah" (top down). Di abad­ abad sebelumnya, perlawanan melawan penjajah sangat tergantung pada pemimpin. Memang ada sedikit perbedaan yang muneul di abad 20, yaitu eorak perlawanan melalui organisasi. Namun demikian, karakter top-down masih eukup terasa. Kebanyakan organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan dimotori oleh elit pribumi, kebanyakan keluarga bangsawan, khususnya mereka yang memiliki kesempatan mencicipi pendidikan di Barat. Setelah setengah abad, barulah bermuneulan tokoh­ tokoh pengubah sejarah Indonesia yang muneul dari kalangan rakyat bawah (grass root).

Buku ini bermaksud merangkum riwayat hidup tokoh-tokoh besar bangsa Indonesia yang paling ber­ pengaruh di abad keduapuluh. Mereka bisa merupa­ kan tokoh protagonis, bisa juga tokoh antagonis. Me­ reka bisa saja seorang pahlawan pemersatu bangsa,

bisa pula seorang tokoh gerakan separatis. Mereka bisa seorang tokoh politik, bisa pula datang dari du­ nia seni atau bisnis. Kriterianya, apa yang yang telah mereka perbuat memberi pengaruh bagi bangsa ini dalam kurun waktu yang lama, barangkali jauh lebih lama dibandingkan hidup mereka sendiri. Pemuatan nama-nama tokoh diurutkan berdasarkan alfabet, dan tidak didasarkan pada besar atau kecilnya pe­ ngaruh mereka terhadap sejarah Indonesia.

Penyusunan dan penerbitan buku ini tentu saja tidak dimaksudkan untuk membangkitkan kultus individu atau pemujaan berlebihan terhadap sosok tertentu, melainkan sebagai upaya mencegah amne­ sia sejarah (khususnya di kalangan generasi muda). Banyak hal yang bisa diteladani dari mereka yang telah mengubah sejarah bangsa ini. Misalnya totali­ tas dalam perjuangan seperti yang ditunjukkan oleh Jenderal Soedirman, idealisme tinggi dan semangat perubahan seperti yang ada pada diri Soe Hok Gie maupun Chairil Anwar, ketekunan dan konsistensi dari H.B. Jassin, dan sebagainya. Bahkan dari me­ reka yang mendapat tempat kurang baik dalam seja­ rah bangsa (seperti Abdul Qahhar Mudzakar, Daud Beureuh, Kartosoewirjo, D.N. Aidit dan Tan Malaka), kita selalu bisa mendapatkan pelajaran berharga.

Tokoh-tokoh yang dimuat dalam buku ini me­ mang hanya memiliki peran kuat dalam sejarah ne­ geri ini di abad 20. Oleh karena itu, jiwa-jiwa besar seperti Pangeran Diponegoro, Teuku Umar, Tuanku Imam BonjoI, Gadjah Mada, Pattimura, dan banyak nama lain yang berkiprah sebelum abad 20, belum karni cantumkan dalam buku ini. Begitu pula mereka

yang mendapatkan momentum perjuangannya baru datang setelah abad 20 berakhir, seperti Susilo Bam­ bang Yudhoyono, belum dimuat di sini. Bukan berarti apa yang mereka lakukan tidak cukup berharga, na­ mun kami memiliki rencana menerbitkan volume khusus untuk memuat seluruh tokoh bangsa dalam sejarah Nusantara.

Mudah-mudahan buku ini bermanfaat bagi para pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

x