Digital Marketing, cara mudah sukses bisnis era digital

Digital Marketing sebagai salah satu bentuk investasi yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan peluang bisnis dan pemanfaatan teknologi digital. Transformasi teknologi digital saat ini membuka peluang sekaligus merubah perilaku bisnis masyarakat.

Menurut Rudi Deputi IV Bidang Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bahwa perubahan perilaku dan aktivitas masyarakat turut mengakselerasi bisnis digital, Hal ini juga diikuti dengan berbagai perkembangan model bisnis yang makin terdigitalisasi.

Perubahan perilaku bisnis menuju digital ini tentu saja juga merubah segala aspek dalam bisnis, termasuk strategi pemasaran.

Telah lama kita mengenal strategi pemasaran dalam konsep marketing Mix, marketing 7P dan strategi pemasaran 4P. konsep dan strategi pemasaran tersebut, saat ini harus diadaptasikan dengan perubahan dan penggunaan teknologi digital dalam bisnis. Bentuk adaptasi pemasaran tersebut populer dengan istilah pemasaran digital atau digital marketing.

Apa digital Marketing?

cara kerja digital marketing

Digital Marketing adalah satu cara memasarkan produk atau jasa dengan memanfaatkan teknologi digital dan terhubung dengan jaringan internet. mungkin pengertian ini sangat sederhana, namun pada praktiknya, digital marketing sangat bervariasi baik dari sisi media maupun tekniknya.

Pada umumnya, media digital marketing yang banyak digunakan adalah video marketing, iklan digital, SEO, email marketing, konten marketing (biasanya dengan teknik soft selling dan hard selling), landing page, website dan belakangan sangat populer adalah sosial media marketing.  

Tujuannya adalah menjangkau pasar potensial yang lebih luas, membentuk market available dan akhirnya memutuskan Target market.

Bagaimana cara kerja digital marketing? Pada dasarnya strategi pemasaran konvensional dan digital marketing memiliki tujuan yang sama, mekanisme yang sama. Artinya bertujuan mengenalkan produk dan membuka peluang terjadi penjualan.

Cara kerja digital marketing

Cara kerja digital marketing adalah dengan menyediakan informasi lengkap tentang suatu produk melalui media digital. Informasi yang disajikan harus mampu menjawab pertanyaan calon konsumen. Memberikan rasa aman, atas jaminan suatu produk bisa dengan mencantumkan kontak yang jelas, informasi pelayanan aftersales, tutorial penggunaan produk (jika diperlukan). Dan semua itu dilakukan dengan media digital dan terhubung dengan internet.

Market target akan melakukan hiring informasi suatu produk yang mereka butuhkan. Dan yang pasti mereka akan melakukan komparasi atas suatu produk dari beberapa website sekaligus. Untuk itu, konten pemasaran digital harus anda desain sedemikian Rupa, tonjolkan sisi kelebihan produk anda, jika produk relatif sama, maka tonjolkan kelebihan pelayanan, kemudahan trasnsaksi dan lain sebagainya yang biasanya menjadi pertimbangan calon konsumen.

Kenapa Digital Marketing ?

Strategi pemasaran sebagai ujung tombak bisnis, sudah seharusnya mengikuti ritme perkembangan dan transformasi bisnis dari konvensional menuju digital. fakta saat ini

Pemasaran (marketing), sebagai aspek penting dari berjalannya suatu bisnis, merupakan isu yang banyak menjadi perhatian para pelakunya. Dewasa ini, marketing sendiri kerap diidentikkan sebagai suatu industri bisnis yang paling pesat berkembang.

Dengan adanya bantuan teknologi informasi serta menjamurnya sosial media, lantas tren marketing mulai bergeser ke arah yang baru, menuju fajar digital. Praktik ini umum dikenal dengan istilah digital marketing atau pemasaran yang terbantukan oleh teknologi digital.

BACA JUGA  Adaptasi Strategi Bauran Pemasaran 4P di era Digital

Menurut survey tahun 2019, sebanyak 2,95 miliar orang (kurang lebih setengah dari jumlah populasi manusia di bumi) merupakan pengguna aktif sosial media. Tak hanya itu, penelitian pada tahun 2021 sendiri juga menambahkan bahwa terhitung sebanyak 50 juta laman Facebook yang ada, teregistrasi sebagai laman bisnis; sedangkan sejumlah 88% instansi bisnis menggunakan Twitter sebagai platform marketing mereka.

Jumlah ini diperkirakan akan semakin membengkak, di mana disinyalir oleh survey di tahun 2020 yang melihat perkembangan pengguna sosial media dapat bertumbuh hingga 3,43 miliar pada tahun 2023 kelak.

Ditinjau dari perilaku konsumen, menunjukkan bahwa perilaku masyarakat sejak lama bergeser kearah media internet dan digital dalam aktifitas belanjanya. Menurut (Pangerapan, 2015). Netizen atau Pengguna internet mayoritas memiliki dan menggunakan aplikasi jejaring sosial yakni sebesar 87,4%, kedua adalah searching pada mesin telusur (Search Engine) sebesar 68,7%, ketiga instan messaging 59,9%, keempat mencari berita terkini 59,7%, dan kelima men-download dan meng-upload video 27,3%.

Sementara itu, Ditinjau dari jenis situs yang digunakan untuk berjualan online, 64,9% menggunakan jejaring sosial, 22,9% messanger, 14,4% komunitas online, 5,7% blog toko online, 2,3% website toko online, dan 1,5% milist.

Sementara itu, Sebanyak 62 juta orang menggunakan media sosial dan sekitar 4,6 juta diantaranya, menggunakan internet untuk bertransaksi belanja online (Sumanti, 2015).

Berbagai angka yang didapatkan dari rangkaian studi tersebut menggambarkan betapa besarnya potensi yang dimiliki oleh digital marketing kedepannya. Para pelaku bisnis dan penggiat marketing tentu melihat ini sebagai suatu prospek yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Melihat fenomena tersebut, wajar apabila banyak bermunculan pihak-pihak yang secara terfokus bergerak di sektor pemasaran. Ini disasarkan pada pertimbangan bahwa setiap badan bisnis memerlukan suatu strategi pemasaran khusus (marketing strategy). Lalu apa sih manfaat Digital marketing?

Berikut ini manfaat digital marketing yang harus anda ketahui

  • Menghubungkan dengan calon konsumen secara luas. Jangkauan internet melampaui realita jarak konsumen dan produsen. Dengan digital marketing yang memanfaatkan internet, penjual akan semakin mudah dan cepat terhubung dengan calon konsumen yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Terlebih sekarang media jual beli digital semakin bervariasi mulai toko online pribadi hingga Mall online atau marketplace. Keberadaan marketplace ini semakin mempercepat mempermudah koneksi antara penjual dan pembeli. Penjual tidak perlu dipusingkan lagi dengan sistem transaksi. Saat ini teknologi finansial atau fintech telah terintegrasi dalam marketplace. Anda tinggal fokus pada produk dan konten marketing anda. Berdasarkan data saat ini, kurang lebih 80% konsumen menggunakan media internet untuk mencari informasi suatu produk.
  • Menghemat biaya pemasaran: Digital marketing tidak membutuhkan media fisik. Bahkan pelaku bisnis tidak harus membeli dan memiliki media pemasaran digital sendiri. Memang beberapa model digital marketing membutuhkan biaya, misalnya untuk membuat toko online – sewa hosting atau VPS, jasa setup, build websitenya. Namun saat ini, banyak tersedia media pemasaran digital secara gratis. Misalnya marketplace, anda hanya membayar komisi atau administrasi ketika terjadi penjualan saja.
  • Peluang penjualan lebih tinggi. Volume pengguna internet dan perilaku belanja online masyarakat saat ini, semakin membuka lebar terjadi konversi atau penjualan online. Hal ini dikarenakan jangkauan internet yang luas, kemudahan transaski dan tidak adanya sekat ruang dan waktu antara konsumen dengan produsen.
  • Banyak pilihan, jenis dan model pemasaran online sangat bervariasi. Dan saat ini juga tersedia banyak sekali jasa profesional yang siap mengelola konten dan teknis digital marketing produk anda.
BACA JUGA  Strategi Pemasaran adalah - Kunci Sukses Bisnis

Berbagai Bentuk Digital Marketing

berbagai bentuk digital marketing

Meski digital marketing sendiri masih terbilang baru, namun berbagai bentuk yang dapat dikategorikan ke dalamnya terus menerus bermunculan. Ini dikarenakan semakin luasnya jangkauan serta maraknya platform media digital yang dapat dipilih.

Tak hanya sosial media layaknya Facebook, Instagram, dan Twitter saja, namun banyak juga opsi-opsi atau pilihan platform lain yang saat ini banyak digandrungi oleh khalayak: YouTube atau TikTok sebagai media streaming video; aplikasi-aplikasi perpesanan seperti WhatsApp dan Telegram; hingga bahkan iklan-iklan bloatware pada aplikasi atau smartphone Android.

Dengan beragamnya wadah marketing yang dapat diberdayakan, lantas bermunculan moda-moda spesifik anyar bagi digital marketing. Berbagai moda tersebut sangat umum dijumpai, hilir mudik pada banyak beranda maupun lini masa digital. Beberapa di antaranya akan dibahas secara singkat kali ini

Influencer Marketing

Moda digital marketing yang pertama adalah influencer marketing. Sesuai namanya, bentuk pemasaran berbasis digital ini melandaskan aktivitas marketing-nya dengan mengandalkan aktivitas para influencer, artis, selebgram, atau YouTuber, baik dalam bentuk online maupun offline. Dengan banyaknya pemirsa setia yang dimiliki oleh para pembuat konten (content creator) tersebut, tentu saja aspek pemasaran dapat dilakukan secara lebih efisien, efektif dan optimal.

Dilansir dari laman influencermarketinghub.com, laporan pada tahun 2021 kemarin menunjukkan bahwa platformplatform yang berfokus pada aktivitas influencer marketing sendiri, dapat meraup keuntungan hingga USD 800 juta. Selain itu, pada tahun 2022 ini, sebanyak 75% merek-merek global dan multinasional telah menyisihkan pembiayaan tersendiri untuk aspek digital marketing sebagai salah satu strategi pemasaran mereka. Sebagian besar dari aktivitas digital marketing ini mengandalkan platform sosial media Instagram yang menyentuh angka hingga 80%. Berbagai Angka ini sendiri menunjukkan bahwasanya, pertumbuhan influencer marketing dewasa ini amatlah menjanjikan.

Search Engine Marketing

Selanjutnya terdapat moda lain yang juga sedang mengalami tren dalam dunia digital marketing yang kerap disebut sebagai pemasaran mesin pencari atau dikenal dengan istilah search engine marketing. Seperti halnya berbagai platform yang telah disebutkan di atas, perkembangan dunia marketing juga melibatkan potensi yang dimiliki oleh mesin pencari. Sebut saja nama-nama berbagai raksasa search engine seperti Google, Microsoft Bing, Yahoo, DuckDuckGo, dan lain sebagainya. Para penggiat marketing lantas memberdayakan algoritma mesin pencari tersebut untuk meningkatkan lalu lintas (traffic) dari laman-laman website yang ingin mereka promosikan.

Salah satu teknik yang biasa mereka terapkan biasa disebut dengan pengoptimalan mesin pencari atau search engine optimization (SEO). Dikutip dari laman forbes.com, terdapat beberapa aspek yang menjadi poin utama dalam teknik SEO. Beberapa di antaranya seperti, meningkatkan kecepatan muat laman (page load speed), penggunaan kata kunci yang tepat, pemilihan konten yang universal, serta penyematan berbagai backlink. Strategi ini menurut thehoth.com dapat membuat Google menjadi salah satu search engine dengan jumlah visitasi terbanyak, di mana menyentuh angka hingga 90 miliar per bulan.

BACA JUGA  Manfaatkan Strategi SEO Marketing untuk Membangun Brand Awareness

AI Marketing

Tak berhenti disitu, salah satu moda lain yang begitu juga sudah mulai dikembangkan adalah adalah pemasaran kecerdasan artifisialatau yang juga disebut dengan Artifical Intelligence (AI) Marketing. Dalam praktiknya, moda yang satu ini amat mengedepankan kemajuan teknologi dengan tingkat yang berbeda dari moda yang telah dibahas di atas.

Menurut Majalah Forbes, moda marketing yang satu ini mengandalkan keunggulan dari artifisial intelligence dalam melakukan riset pasar. Dengan melakukan analisa data besar (big data analysis), pembelajaran mesin (machine learning), dan proses komputasi yang lain, aktivitas marketing dapat dioptimalkan untuk meningkatkan akurasi target audiensi yang tepat.

Hasil yang didapatkan dari kinerja AI marketing nantinya dapat dijadikan landasan pengambilan keputusan serta langkah strategi bisnis yang paling layak. Hingga saat ini sendiri, pengembangan AI marketing begitu banyak diminati oleh para pelaku bisnis.

Sociologycorner.com pada Kamis (7/4) melaporkan bahwa salah satu perusahaan teknologi pemasaran bernama Rad Artificial Intelligence (Rad AI) yang sedang mengembangkan teknologi AI marketing miliknya telah mampu mendapatkan dana investasi sebanyak USD 1 juta hanya dalam minggu pertamanya. Tentu pencapaian ini beriringan dengan kemampuan yang dimiliki oleh teknologi tersebut.

Digital Marketing dan Implikasinya pada Era Society 5.0 di Indonesia

Pesatnya keterlibatan teknologi sudah cukup berimbang dengan arah perkembangan zaman yang memasuki Era 5.0. Tren ini juga mempengaruhi aktivitas pemasaran yang semakin beranjak ke arah otomatisasi digital dan pemberdayaan algoritma mesin. Riset pasar yang biasanya dilakukan secara manual oleh tenaga profesional, saat ini sudah dapat dilakukan dengan bantuan sistem dan komputasi modern. Studi mengenai digital marketing pada tahun 2018 menggambarkan bahwa pengguna aktif smartphone di Indonesia dapat menyentuh angka hingga 100 juta jiwa. Ini masih dapat berkembang melihat teknologi telepon pintar menjadi semakin marak pasca masa-masa pandemi kemarin.

Potensi ini tentu perlu dipertimbangkan oleh para pelaku bisnis mengingat Indonesia sendiri merupakan salah satu pangsa pasar terbesar di Asia Tenggara secara khususnya, dan Benua Asia pada umumnya. Dengan memanfaatkan teknologi untuk menggapai peluang yang ada, kegiatan marketing diharapkan dapat dilakukan secara optimal untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi dalam negeri, khususnya pada lini usaha menengah, kecil, mikro, dan ultra-mikro (UMKMUM). Dari sini diharapkan, berbagai produk dalam negeri nantinya dapat bersaing dengan produk-produk luar, baik di tingkat nasional, internasional, maupun global.

Sumber:

https://www.forbes.com/sites/forbesagencycouncil/2019/08/21/how-artificial-intelligence-is-transforming-digital-marketing/?sh=12e087d321e1

https://www.forbes.com/sites/forbesagencycouncil/2022/01/24/how-to-improve-your-seo-campaign-in-2022/?sh=20b907a65d9b

https://influencermarketinghub.com/influencer-marketing-benchmark-report/

https://sociologycorner.com/worlds-first-marketing-ai-built-to-understand-emotion-raises-over-1000000-in-its-first-week/amp/

Dwivedi, Y. K., Ismagilova, E., Hughes, D. L., Carlson, J., Filieri, R., Jacobson, J., … & Wang, Y. (2021). Setting the future of digital and social media marketing research: Perspectives and research propositions. International Journal of Information Management59, 102168.

Jelanti, D., Nursita, M., Napisah, N., Khuliqi, K., & Pratomo, N. W. (2021). IMPLEMENTASI DIGITAL MARKETING DALAM ERA SOCIETY 5.0. Abdi Laksana: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat2(3), 540-544.

Leave a Reply