Mengenal Strategi Pembelajaran dan Cara memilihnya

Bagi pendidik, wajib memiliki strategi pembelajaran yang relevan, agar proses belajar menyenangkan dan anak didik menikmati proses pembelajaran. berikut ini penjelasan maca-macam setrategi pembelajaran

Halo Bapak/Ibu guru, Memasuki awal Tahun ajaran Baru!Bagaimana, awal tahun ini apakah anda sudah siapkan strategi pembelajaran baru?

Kita bisa menyiapkan strategi pembelajaran baru di awal tahun, bapak dan iBu Guru tentu membutuhkan gaya belajar baru saat ini di masa pembelajaran, agar siswa juga  semangat belajar. pembelajaran tidak hanya dipengaruhi oleh konten materi, namun juga oleh penyajian, pada point penyajian ini ada dua hal yang berpengaruh yaitu media pembelajaran dan strategi pembelajaran.

Mengapa demikian?, Ketika siswa belajar, yang terlibat bukan hanya secara fisik, motorik saja, melainkan juga psikologi siswa. terkadang media dan strategi pembelajaran tertentu menjadikan suasana membosankan. oleh karena itu dibutuhkan strategi yang relevan dan kontekstual.

Dalam rangka pengembangan dan peningkatan mutu pembelajaran, salah satu tantangan Guru adalah memilih dan mengembangkan strategi yang digunakan dalam pembelajaran. hal ini ditujukan untuk membantu siswa dalam mencapai kompetensi yang diinginkan.

persoalannya adalah tidaklah mudah untuk mendapatkan satu strategi terbaik untuk mencapai semua tujuan pembelajaran dan untuk semua siswa. Strategi pembelajaran yang baik dan berhasil dipergunakan untuk mengajar sekelompok siswa, belum tentu baik dan berhasil untuk kelompok siswa dalam situasi dan kondisi yang berbeda. Dengan demikian kemampuan memilih strategi pembelajaran yang tepat
merupakan keterampilan yang perlu dimiliki oleh para guru, dosen, maupun pendidik lainnya.

Nah, bagaimana cara menyusun strategi yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini? Yuk simak caranya di sini.

Apa Itu Strategi Pembelajaran?

Sebelum kita memelajari cara membuat strategi pembelajaran sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu strategi pembelajaran.

Strategi pembelajaran adalah cara mengatur dan menggunakan seperangkat keterampilan peserta didik dalam mempelajari materi dan mencapai hasil yang diharapkan itulah yang disebutkan oleh Haudi dalam buku Strategi Pembelajaran (2021)

banyak sekali istilah-istilah yang dikaitkan dengan strategi pembelajaran. misalnya pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran, teknik pembelajaran, model pembelajaran. istilah istilah tersebut menggambarkan sifat dari umum ke khusus yang merujuk pada strategi yang digunakan dalam proses pembelajaran.

selain itu, beberapa istilah tersebut merujuk pada tips atau strategi dalam mengajarkan kompetensi tertentu. misalnya untuk mengajarkan keterampilan berfikir sering dipakai istilah teaching tips fo thinking skill.

Sebagaimana diatas disebutkan, secara umum strategi ini dapat diartikan sebagai “setiap kegiatan yang dipilih, untuk memfasilitasi atau membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran”. selain kegiatan atau cara, dalam strategi ini juga mencakup materi atau konten pembelajaran.

Fokus dari Strategi ini untuk membantu siswa lebih aktif dalam memilih teori atau materi dan untuk membantu mereka memecahkan masalah (tujuan pembelajaran). Tentunya, bila Bapak dan Ibu Guru sudah dapat strategi mengajar, proses mengajar-belajar pun jadi lebih efektif.

Oleh karena itu, strategi pembelajaran berbeda dengan cara pembelajaran lainnya. Strategi ini membutuhkan tiga unsur supaya berhasil, di antaranya metode, tekhnik, dan pendekatan pembelajaran. yuk lanjut simak ulasannya.

Mengenal Komponen Pembelajaran

komponen pembelajaran adalah bagian dari pembelajaran yang berhubungan satu dengan yang lain. Dan juga mempunyai peran yang penting di setiap bagiannya dalam proses belajar mengajar.

Berikut komponen-komponen yang harus ada dalam strategi pembelajaran:

  1. Tujuan pembelajaran
  2. Murid (peserta didik)
  3. Guru atau tenaga pendidik
  4. Kurikulum
  5. Interaksi antara guru dan murid

dari sisi proses, strategi ini memiliki komponen : (1) Kegiatan pembelajaran pendahuluan, (2) Penyampaian informasi, (3) Partisipasi siswa, (4) Tes, dan (5) Kegiatan lanjutan.

pada point 1, pendahuluan Tunjukkan kepada para siswa pengetahuan dan keterampilan yang akan
mereka peroleh sehabis mempelajari suatu pelajaran. selain itu, bapak ibu juga bisa menyampaikan manfaat dalam memperlajari materi yang akan diajarkan. dan tunjukkan relevansi dengan pengetahuan lain, atau dengan materi yang telah diberikan pada kelas atau semester sebelumnya.

(2) berikutnya dalam penyampaian informasi penting diperhatikan terkait dari urutan penyampaian, dari hal yang sederhana ke hal yang komplek, dari cakupan yang kecil ke persoalan yang cakupannya lebih besar. kategori materi juga perlu disampaikan. misalnya teoritis, lapangan-praktikum, atau integrasi.

(3) partisipasi siswa, hal ini termasuk point penting, bagaimana agar siswa berpartisipasi aktif dalam setiap proses pembelajaran. anda bisa memberikan feedback feedback positif, menyapa dengan menyebut namanya, dan sekali kali belajar diluar kelas secara interaktif. ataupun anda bisa menggunakan media pembelajaran interaktif

(4) Tes, salah satu metode untuk mengukur tingkat keberhasilan adalah tes. lakukan test secara berkala mulai dari yang ringan. tujuannya adalah untuk mengevaluasi sejauh mana siswa memahami materi, dan sejauh mana efektifitar strategi pembelajaran yang diterapkan.

(5) kegiatan lanjutan, setelah mengetahui hasil test, tentunya kita harus mengevaluasi, jika ada yang belum tercapai, kira kira dimana kekurangan dan kesalahannya. berikutnya adalah menentukan tindak lanjutnya. apakah merubah strategi, termasuk bagaimana menyikapi siswa dinilai belum maksimal mencapai tujuan pembelajaran.

Komponen-komponen diatas sangatlah saling terkait. Dan Guru menjadi komponen utama supaya tercapai tujuan pembelajaran. Tidak hanya memeriksa kurikulum saja, tetapi anda juga harus menentukan besar proses pembelajaran yang efektif.

Setelah menyusun rencana pembelajaran dengan benar, anda bisa langsung memberikan materi pembelajaran, supaya para murid bisa memelajari materi yang telah direncanakan. Maka secara tidak langsung disinilah terjadi interaksi antara guru dengan murid, al hasil rencana pembelajaran akan tercapai sesuai yang telah direncanakan.

Macam-Macam Strategi Pembelajaran

strategi pembelajaran

Setelah kita mengetahui dan memahami apa itu strategi pembelajaran dan apa saja komponen-komponennya, sekarang waktunya kita mengulas macam-macam strategi pembelajaran yang dapat kita terapkan dalam mengajar.

  1. Strategi Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)

Strategi ini berpusat pada guru, seperti menerangkan di depan kelas, ceramah, latihan dan praktik dari materi yang disampaikan.

Strategi ini bersifat dedukatif, yaitu materi umum digambarkan dengan contoh. Dan juga strategi ini sangatlah cocok untuk  mengembangkan keterampilan langkah per langkah. dan jangan lupa, untuk selalu proporsional antara ceramah dan interaksi dengan siswa.

  • Strategi Pembelajaran Tidak Langsung (Indirect Instruction)

Kebalikan dari strategi yang pertama, strategi ini terfokus kepada siswa (studen learning center). contohnya diskusi, kerja kelompok dsb. bapak ibu, bisa menugaskan mereka untuk berdiskusi dan menyelesaikan sebuah kasus. dalam strategi ini bapak ibu juga bisa menerapkan strategi PBL (Problem based-Learning), dimana siswa diberikan satu permasalahan dan diminta menganalisa, dan memberikan solusinya.

akan lebih baik, jika bapak ibu memberikan materinya beberapa hari sebelumnya. Strategi ini memanfaatkan minat keingin tahuan siswa terhadap sesuatu, alhasil meningkatlah kemampuan mereka dalam meneliti, menyelidiki, dan menarik kesimpulan dari suatu kejadian.

  • Strategi Pembelajaran Eksperimen (Experiential Learning)

Experiential learning atau pembelajaran eksperiensial berpusat pada siswa dan berorientasi pada aktivitas. Strategi ini bersifat induktif, dengan pembelajaran dimulai dari pengalaman individu kemudian dirumuskan ke dalam materi.

Strategi experiential learning melatih siswa menggunakan penalaran logis untuk menarik kesimpulan berdasarkan fakta, data, atau informasi yang terkumpul.

Oleh karena itu, pembelajaran eksperiensial dapat dipandang sebagai siklus pembelajaran yang terdiri dari lima fase, yaitu Eksperimen, Berbagi, Menganalisis, Melengkapi, dan Menerapkan.

  • Strategi Pembelajaran Mandiri (Independent Study)

Strategi belajar mandiri mengacu pada berbagai metode pembelajaran yang disediakan untuk mendorong pengembangan inisiatif siswa, kemandirian dan pemenuhan diri, dan untuk membantu siswa  merencanakan dan mengatur pembelajaran mereka.

Akan tetapi, ketika siswa  mengatur proses pembelajaran, guru akan kesulitan melihat kemajuan belajarnya, seperti halnya siswa akan kesulitan memahami konsep materi.

Mungkin itulah strategi pembelajaran beserta macamnya yang dapat admin ulas di artikel ini. mengingat saat ini telah berkembang berbagai media pembelajaran yang sarat teknologi. disatu sisi hal ini dapat membantu para pendidik dalam proses belajar mengajar. namun disisi lain, hal ini juga bisa mendisrupsi masa depan pendidik yang beresiko digantikan oleh teknologi. bisa dikatakan kecanggihan teknologi pembelajaran merupakan pertarungan teknologi vs guru/pendidik. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply